Kerjasama Distan-Kejaksan, Asintel: Mutu Proyek akan Diawasi – KILASMALUKU.com
AMBOINA

Kerjasama Distan-Kejaksan, Asintel: Mutu Proyek akan Diawasi

Ketgam: Dinas Pertanian Provinsi Maluku memaparkan Kegiatan Tahun 2018 di hadapan Tim TP4D Kejaksaan Tinggi Maluku di Aula Lantai 2 Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku

KILASMALUKU.com– Guna menyukseskan sekaligus mengamankan pelaksanaan kegiatan di tahun 2018, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Maluku.

Kerjasama dengan TP4D Kejati Maluku ini, sebagai komitmen dalam mewujudkan pemerintahan yang baik, khususnya dalam keberhasilan menjalankan program-program strategis pembangunan nasional yang di laksanakan di daerah ini.

Komitmen Distan tersebut diawali dengan pemaparan program/kegiatan di hadapan pihak Kejati Maluku yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kejati Maluku, Selasa (25/7) yang dihadiri Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Maluku, Muhammad Iwa beserta jaksa di jajaran Kejati Maluku.

Dari Distan Pertanian hadiri langsung Kepala Distan Provinsi Maluku, Diana Padang beserta para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) masing-masing satker pada instansi tersebut.

Asintel Kejati Maluku, usai pemaparan yang dilakukan dari masing-masing Bidang Pelaksana kegiatan oleh PPK mengatakan, pemaparan yang dilakukan merupakan langkah awal, agar pihaknya mengetahui jumlah dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Dari hasil pemaparan ini, selanjutnya akan dievaluasi, dianalisa oleh tim TP4D, kegiatan mana saja yang perlu dikawal dan mana yang tidak. Analisa perlu dilakukan untuk mengetahui titik-titik rawan dari kegiatan yang laksanakan nanti,” tuturnya.

Setelah, lanjut Iwa, pihaknya akan menunjuk sub tim untuk melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan kegiatan. “Misalnya, nanti kegiatan A di kawal tiga sampai empat orang jaksa. Begitu pula untuk kegiatan B, C dan seterusnya. Untuk pengawalan, akan kami terbitkan surat perintah kepada tim,” terangnya.

Lebih jauh dia katakan, setelah penujukan tim, akan ada lagi pemaparan berikutnya oleh dinas terkait dengan Rencana Mutu Kontrak.

“Kalau pemaparan Rencana Mutu Kontrak, itu sudah langsung dengan sub tim yang menangani. Misalkan, untuk kegiatan pengadaan Kerbau Moa. Di sini kewenangan sub tim akan melihat Rencana Mutu Kontraknya bagaimana, jadwalnya, spesifikasi kerbaunya,” paparnya.

Iwa katakan, pemaparan Rencana Mutu Kontrak, penting dilakukan agar pihaknya bisa menentukan langkah selanjutnya. “Kami tidak bisa mengawal, tidak bisa mengamankan tanpa mengetahui rencana mutu kontrak seperti apa, sehingga, kami berikan waktu lagi untuk pemaparan di hadapan tim,” tegasnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Diana Padang mengaku, pertemuan ini selain sebagai silaturahmi juga untuk memaparkan program yang akan dilaksanakan oleh Distan Maluku di Tahun 2018.

Distan Maluku, disebut Padang, memiliki empat sub sektor teknis yakni, sub sektor tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan. “Jadi, ada empat sub sektor besar di Distan Maluku,” ungkapnya.

Di dalam masing-masing sub sektor, kata dia, terdapat kegiatan per sub sektor. “Kalau tanaman pangan, mengenai padi dan kelompoknya. Tetapi untuk tanaman pangan, kegiatannya diswakelolakan. Sedangkan untuk kegiatan peternakan, perkebunan dan hortikultura, semua lewat pihak ketiga. Ada juga kegiatan yang e-katalog, misalnya, alat-alat dan mesin pertanian, itu semua langsung di e-katalog kan. Jadi, tidak melalui pihak ketiga,” bebernya.

Untuk itulah, Padang mengaku, merasa nyaman dengan adanya pengawalan program instansi oleh TP4D, karena pekerjaannya diawasi agar tidak terjadi penyimpangan. “Kita berterimakasih dengan ada pengawalan atau pengawasan. Seperti yang disampaikan Pak Iwa (Asintel-red) untuk kegiatan-kegiatan yang rawan masalah, sehingga kami dekatkan dengan tim TP4D Kejaksaan, bagaimana kita bisa bekerjasama untuk mengawal pekerjaan ini, dari mulai pelaksanaan sampai dengan selesai penyaluran dan berita acaranya,” kata Padang.

Berkaitan dengan akan dilakukan pemaparan terkait dengan Rencana Mutu Kontrak, menurut Padang, merupakan hal yang sangat penting karena merupakan awal sebelum melanjutkan kegiatan dengan mengetahui spesifikasi apa yang harus dipenuhi.

“Dengan pertemuan kedua nanti, mungkin kita bisa libatkan pihak ketiga. Kalau sekarang kan masih dari PPK yang melakukan pemaparan kegiatan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota se-Maluku,” terangnya.

Padang menambahkan, tidak semua target itu ada di 11 kabupaten/kota tetapi tergantung dari lokasi dan kegiatannya. Dia lantas mencontohkan, misalnya sektor peternakan, untuk pengembangan Kerbau Moa itu dilaksanakan di kabupaten Maluku Barat Daya.

“Ini karena kegiatan pertanian sudah berdasarkan kawasan-kawasan yang telah ditetapkan, sehingga kita bekerja sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Adapun kegiatan tiap sektor masing-masing yakni, Peternakan dengan kegiatan, Pengadaan Kerbau Moa, Pembangunan Pagar UPTD Kerbau Moa dan Pembangunan Instalasi Air.
“Sektor Perkebunan dengan kegiatan Perluasan Tanaman Cengkeh dan Peremajaan Tanaman Kelapa serta Rehabilitasi Tanaman Pala dan Rehabilitasi Tanaman Cengkeh. Sektor Hortikultura dengan kegiatan, Pengembangan Komoditi Bawang Merah di Kabupaten Maluku Tenggara,” uangkapnya.

Untuk itu, Padang berharap dengan adanya pengawalan dan pendampingan dari Tim TP4D Kejati Maluku, dapat memberi masukan dan pembinaan dalam rangka perbaikan, sehingga kedepan terhindar dari masalah-masalah yang tidak diinginkan.

“Ini tujuan kami bisa bekerjasama dengan Tim TP4D. Kami bersikeras untuk program nasional ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena bapak menteri (Menteri Pertanian-red) sangat eksis dengan program-programnya untuk swasembanda pangan di negara ini,” demikian Padang. (Redaksi_KM01/HUMAS)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top