Mantan Kepala BRI Amahai Gelapkan Uang Nasabah 1,5 Miliar untuk Pesta dan Beli Rumah – KILASMALUKU.com
AMBOINA

Mantan Kepala BRI Amahai Gelapkan Uang Nasabah 1,5 Miliar untuk Pesta dan Beli Rumah

Ilustrasi

KILASMALUKU.com- Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang korupsi dana operasional Bank BRI Unit Amahai, Maluku Tengah, dengan terdakwa mantan Kepala Cabang BRI Unit Amahai Jauhar Usemahu. Terdakwa mengakui mentah-mentah jika sudah menggelapkan uang nasabah sebesar Rp300 juta untuk berpesta di tempat hiburan malam bersama teman-temannya.

“Saya mengakui kesalahan karena sudah memakai uang operasional BRI Unit Amahai sebesar Rp 300 juta untuk berfoya-foya di tempat karaoke selama beberapa hari di Surabaya,” akui terdakwa dalam persidangan Selasa (22/5).

Bukan cuma itu, sisa uang dari kasus penggelapan dana nasabah BRI tahun 2016-2017 sebesar Rp1,5 miliar tersebut, juga digunakan untuk membangun rumah dan bikin modal usaha.

“Sisanya saya pakai untuk usaha dan bangun rumah di Masohi,” ungkapnya.

Pasca pengakuan tersebut majelis hakim langsung menunda persidangan hingga Senin pekan depan. Sidang Tipikor tersebut dipimpin oleh Hakim Jimmy Wally, didampingi dua hakim anggota Hery Leliantono dan Bernad Panjaitan.

Seperti diketahui, dalam dakwaan JPU dijelaskan bahwa terdakwa yang saat itu bertugas sebagai Kepala Cabang BRI Unit Amahai harusnya menitipkan kunci cadangan brankas ke Bank BRI Cabang Masohi.

Namun kunci duplikat tersebut dipegang oleh terdakwa, sehingga terdakawa dengan leluasa mengambil uang di brankas, dimana besar uang yang diambil terdakwa bervariasi antara Rp 35 juta-Rp 40 juta di tahun 2016.

Pada pengambilan uang kedua dan ketiga, terdakwa sudah melebihi apa yang diminta oleh teller/kasir. Misalnya pada penarikan uang di kas induk sebesar Rp 20 juta, terdakwa mengambilnya lebih besar yakni Rp 30 juta. Namun tercacat dalam buku registrasi hanya Rp 20 juta.

Selain itu, terdakwa juga mengelabui petugas resident auditor dari BRI Cabang Masohi dengan cara terdakwa melakukan penarikan tanpa menyetor uang kepada telller dan melakukan pembukuan tambahan kas tanpa disertai uang tunai.

Sehingga tim audit tidak menemukan adanya penyelewengan uang yang telah terdakwa lakukan. Misalkan, uang pada kas induk Rp 500 juta dan tercacat pada registrasi uang. Namun terdakwa mengambil uang Rp 400 juta dan tidak tercacat dibuku registrasi.

Selanjutnya pada tahun 2017 terdakwa kembali mengambil uang dari brankas Rp 370 juta dan disimpan didalam karton bekas. Jadi, total uang yang diambil terdakwa selama tahun 2016 – 2017 sebesar Rp 1,5 miliar, dan dipakai untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatan penggelapan dana operasional Bank BRI Unit Amahai, terdakwa dijerat JPU dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (RIO/RM/Redaksi_KM01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top