Dikris Meninggal Akibat Kerusakan Saraf dari Sangkur yang Menembus Kepala – KILASMALUKU.com
KRIMINAL

Dikris Meninggal Akibat Kerusakan Saraf dari Sangkur yang Menembus Kepala

keluarga korban ikut mengunjungi jenazah Dikris Bakarbessy di RSU Haulussy, Ambon, Kamis (3/6)

KILASMALUKU.com- Delkris Bakarbessy, korban perkelahian berujung penikaman oleh oknum anggota TNI di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis 3 Mei 2018, pukul 22.15 WIT. Dekris meninggal setelah dua hari menjalani masa kritis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon.

Pasca tindakan operasi yang dilakukan dokter terhadap dirinya, guna mengangkat sebilah pisau (sangkur) milik oknum anggota TNI yang bersarang tepat di kepalanya, kondisi Bakarbessy tetap dalam keadaan koma hingga ajal menghampirinya.

Menurut keluarga korban, sebelum dilakukannya tindakan operasi, dokter telah menyampaikan bahwa kondisi korban akan semakin memburuk, mengingat luka yang dialami cukup parah dan telah merusak sebagian besar saraf otak. Baik keluarga, kenalan, maupun yang simpati terhadap keadaan korban, setelah mendengar kabar bahwa korban telah meninggal kemudian berbondong-bondong mendatangi RSUD Haulussy guna menyaksikan secara langsung kondisi jenazah korban hingga diantarkan menuju rumah duka di Negeri Waai.

Menurut beberapa orang yang mengenal korban secara akrab, korban merupakan anak semata wayang yang kesehariannya berprofesi sebagai ojek serta korban adalah sosok pribadi yang pendiam dan selalu sopan dalam bersalam-sapa dengan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, ketika mendengar kabar bahwa korban telah meninggal, berbondong-bondong keluarga maupun kenalan kemudian mendatangi RSUD guna menjenguk dan menyaksikan kondisi korban secara langsung.

Keluarga korban dan kerabat datang menjenguk jenazah di RSUD Haulussy, Kamis (3/5)

“Sio, padahal anak ini paling bae, seng tau bicara banya. Makanya beta jua heran lagi, dia bisa mati deng cara begini. Semoga saja dia beristirahat dengan tenang,” ungkap Rony Kastera yang merupakan kenalan korban.

Setelah dilakukan perawatan jenazah di kamar mayat RSUD Haulussy, korban kemudian diantar menuju kediamannya di Negeri Waai dan turut dikawal personil TNI maupun Polri. Pemakaman jenazah korban akan dilakukan Sabtu besok. Keluarga korban juga mengakui telah ikhlas dan menerima kepergian korban serta menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk menyelesaikan permasalahan melalui proses hukum yang berlaku. “Kita serahkan semuanya kepada Tuhan. Biarlah Tuhanlah yang menjadi hakim atas masalah ini. Kita keluarga sudah sepakat untuk membiarkan proses hukum berjalan maksimal,” ujar keluarga korban. (Redaksi_KM02)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top