Pak (Plt) Wali Kota Tual, Ada yang Lapor Anda Pakai Ijazah Palsu – KILASMALUKU.com
DAERAH

Pak (Plt) Wali Kota Tual, Ada yang Lapor Anda Pakai Ijazah Palsu

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tual, Abd Hamid Rahayaan

KILASMALUKU.com- Lembaga Nanaku Maluku resmi melaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tual, Abd Hamid Rahayaan, atas dugaan pemalsuan ijazah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Mastur Kota Tual dan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) Negeri Ternate Cabang Tual, ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, Selasa, 10 April 2018.

Menurut Ketua Lembaga Nanaku Maluku, Usman Bugis, perbuatan terduga Abd Hamid Rahayaan itu telah membohongi publik untuk kepentingan pribadinya menjadi Wakil Walikota Tual, dan saat ini menjabat Plt Walikota Tual.

“Hari ini (kemarin, red) saya atas nama Usman Bugis selaku ketua Lembaga Nanaku Maluku bersama M. Sahwan Arey selaku Dewan Penasehat Lembaga Nanaku Maluku resmi melaporkan terduga Abd Hamid Rahayaan ke Ditreskrimum Polda Maluku. Kami berpendapat bahwa perbuatan pemalsuan dokumen negara (ijazah palsu) oleh terduga ini telah menciderai dunia pendidikan serta perbuatan pembohongan publik,” tegas Usman, dalam jumpa pers di Ambon.

Ia menjelaskan, dari hasil investigasi Lembaga Nanaku Maluku dan LSM Lingkar Pulau Kei Nasional (LPKN) pada MTs Negeri Mastur Kota Tual, terungkap bahwa nama Abd Hamid Rahayaan pernah tercatat sebagai siswa pada sekolah tersebut namun tidak tamat.

Bahkan saat dikonfirmasi, mantan kepala sekolah MTs Mastur Kota Tual A. Kadir Matdoan, kata Usman, juga memberikan kesaksian bahwa pada tahun 2017 Abd Hamid Rahayaan yang saat itu berkepentingan ingin menduduki kursi Walikota Tual mendesak dirinya untuk segera mengeluarkan surat keterangan lulus pada MTs Mastur Kota Tual tahun angkatan 1985 – 1986 atas nama Abd Hamid Rahayaan.

“LSM LPKN sudah bertemu langsung dengan saksi A. Kadir Matdoan selaku mantan kepala sekolah MTs Mastur untuk mengklarifikasi dugaan pemalsuan ijazah tersebut. Dan mantan kepala sekolah itu menyatakan bahwa nama Abd Hamid Rahayaan yang saat ini menjabat Plt Walikota Tual tidak pernah tamat sekolah di MTs Mastur Kota Tual. Jika sudah tidak tamat MTs berarti juga tidak bisa melanjutkan ke tingkat SMA,” beber Usman.

“Semua bukti rekaman video wawancara dengan saksi A. Kadir Matdoan juga ada, dan sudah kami serahkan kepada Polres Tual sebagai bukti. Sehingga, perbuatan terduga Abd Hamid Rahayaan ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP dengan ancaman pidana selama delapan tahun penjara,” tambahnya.

Ia berharap, pihak Polda Maluku dapat segera merespon laporan dugaan pemalsuan ijazah palsu tersebut. Sebab, sejak kasus tersebut dilaporkan di Polres Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) pada 12 Februari 2018 lalu, hingga saat ini kasusnya tak kunjung ada perkembangan.

“Kami kecewa dengan kinerja Polres Malra yang terkesan lambat dalam mengusut suatu kasus tindak pidana sebagaimana yang kami laporkan itu. Untuk itu, kami sangat berharap agar pihak Polda Maluku bisa mengambil sikap tegas atas laporan kami,” harap Usman. (RIO/RM/Redaksi_01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top