Anggota DPRD Malteng yang Tabrak Tukang Ojek Belum Diperiksa, Alasan Polisi Ingin Berhati-hati – KILASMALUKU.com
KRIMINAL

Anggota DPRD Malteng yang Tabrak Tukang Ojek Belum Diperiksa, Alasan Polisi Ingin Berhati-hati

KILASMALUKU.com- Kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang melibatkan mobil (Honda Brio) dan motor di Desa Passo, Minggu (25/3) kemarin belum juga berjalan. Lakalantas yang menewaskan satu tukang ojek itu hingga kemarin belum ada tersangkanya. Pengendara mobil adalah Jummy Sitanala (41), anggota DPRD asal Maluku Tengah, belum diperiksa polisi.

Tukang ojek yang meninggal adalah Fredy Patirajawane (39). Menurut polisi, pemeriksaan terhadap Jimmy akan dilakukan setelah polisi mendapatkan persetujuan Badan Kehormatan (BK) DPRD Malteng. Karena itu Jimmy belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatlantas Polres Ambon AKP Bambang Surya memastikan pihaknya tidak gegabah dalam mengambil keputusan untuk melakukan pemeriksan Jimmy. Dia mengaku tidak mau menabrak aturan karena bisa dipraperadilan.

Jimmy Sitanala

Meski belum diperiksa polisi, Jimmy dan pasangannya Stela Mattitaputy masih berada di Satlantas Polres Ambon. “Yang pasti saya tidak akan pernah mengatakan dia (Jimmy) sebagai tersangka. Karena prosedur harus persetujuan DPRD dulu, baru bisa kami periksa,” kata Bambang sepert dikutip dari Ambon Ekspres (GRUP FAJAR), Senin (26/3).

Sejauh ini, dipastikan sejumlah saksi dimintai keterangan.

“Kalau perempuanya, sudah kita mintai keterangan. Jadi ada dua saksi yang kita mintai keterangan untuk kasus ini. Sebenarnya tinggal dia (Jimmy) ini saja. Kalaupun dia mau diperiksa, saya tidak akan mau periksa karena aturannya itu sudah ada. Saya tidak bisa tabrak aturan, yah, harus izin DPRD dulu,” tutur Bambang.

Stela Mattitaputy

Bambang, tidak menyebut secara detail aturan membatasi polisi memeriksa seorang anggota DPRD. Kata dia, pihaknya tidak akan memeriksa pelaku hingga mendapat persetujuan DPRD. “Atau mungkin dia sengaja disini biar dia diperiksa. Mau cari kelemahan kami biar dia praperadilan saya. Lalu, kalah kasusnya selesai. Biar bagaimanapun saya tidak akan mau tahan dia, periksa dia, dan menetapkan dia sebagai tersangka dulu. Dia saja yang mau mengamankan dirinya disini (kantor polisi-red),” jelasnya.

Bambang menegaskan, pihaknya boleh melakukan pemeriksan terduga pelaku jika surat izin pemeriksaan dari DPRD sudah dikeluarkan. Atau jika dalam waktu 30 hari kedepan, surat dilayangkan ke DPRD belum dibalas, pihaknya berhak memeriksa bersangkutan.“ Suratnya saya sudah bikin dan sudah dilayangkan tergantung DPRD balas. Namun, kalau sampai 30 hari tidak dibalas DPRD, kami bisa periksa. Aturannya itu 30 hari, jadi selama 30 hari tidak dibalas, kami boleh periksa,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (26/3) pagi menjadi hari yang naas bagi Fredy Pattirajawane (39). Dia meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarai dihantam mobil milik anggota DPRD Maluku Tengah (Malteng) bernama Jimmy Sitanala (41).Di dalam mobil Honda Brio DE 1579 AH, itu, Jimmy tidak sendiri. Dia bersama seorang wanita yang diduga kekasihnya, Stela Matitaputty (31). Stela diketahui bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku.

Informasi kepolisian, Jimmy yang mengemudikan mobil itu. Namun informasi yang dihimpun dari pengakuan warga, pengemudi mobil seorang wanita. Insiden berdarah ini terjadi di ruas Jalan Raya Sisingamangaraja, tepatnya di depan Toko Trisura kawasan Transit Passo, Kecamatan Bagula Ambon. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIT. Korban saat itu mengendarai sepada motor Hinda Blade DE 3716 XX. Fredy, bermukim di Desa Passo. (ERM/Ameks/Redaksi_KM01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top