41 Tahun Negeri Urung Tanpa Rumah Raja dan Kantor Desa, Tapi Rajanya Punya Penginapan dan Mobil Pribadi – KILASMALUKU.com
DAERAH

41 Tahun Negeri Urung Tanpa Rumah Raja dan Kantor Desa, Tapi Rajanya Punya Penginapan dan Mobil Pribadi

lokasi

KILASMALUKU.com-  Selama 41 tahun warga Urung, Kecamatan Ukarsengan, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menanti janji rajanya membangun rumah Raja dan Kantor Desa untuk pelayanan kepeda masyarakat.

Namun janji tinggal janji, Rumah Raja tak kunjung dibangun oleh Raja Ibrahim Haris Wokas. Padahal, di setelah penjajahan Belanda dulu, Negeri Urung pernah punya rumah raja yang sangat megah. Kini pondasinya saja sudah rusak tidak hilang. Beberapa rumah warga bahkan sudah berdiri di atasnya.

“Selama 41 tahun kami selalu mempertanyakan dimanakah Rumah Raja kami karena yang ada hanyalah puing-puing. Bahkan tanahnya mulai dipakai beberapa orang untuk membangun rumah,” keluh Najan Patiekon, Warga Urung, kepada KILASMALUKU.com, Sabtu (17/3) kemarin.

Pondasi Rumah Raja Urung yang sudah hancur

Najan bahkan menanyakan seperti apa bentuk pemerintahan Raja Urung selama 41 tahun. Raja dan para pengikutnya seperti tidak memberikan  kontribusi apa-apa untuk warga dan wilayahnya.

Bukan cuma itu, Kantor Desa Urung pun tidak kinjung dibangun sampai saat ini. “Kami sangat kesulitan jika ingin megurus administrasi kependudukan dan lainya. Biar semua tahu, ini sudah keterlaluan,” kecamnya.

Menurutnya, kondisi infrastruktur  serta pemerintahan Urung yang tidak jelas ini, membuat warga tidak nyaman.

“Karena itu, warga mempertanyakan kepada Raja Ibrahim Wokas yang kini menjabat ketua Latupati Provinsi Maluku. Bagaimana ketika ada kunjungan dari Majelis Latupatty atau pihak Pemerintahan nanti? Dimana meraka akan disambut?” ujar Najan.

Najan mengatakan, keluhan tersebut sudah sering disampaikan warga, namun tak pernah digubris. Karena itu  mereka berharap ada kunjungan dari Majelis Lattupatty dan pihak Pemerintahan biar kondisi disana bisa dilihat secara langsung.

Sementara itu, terkait keluhan tersebut Ibrahim Wokas yang dikonfirmasi tidak memberi tanggapan. Dia bahkan menuduh oknum-oknum tertentu bekerjasama dengani media untuk memprofokasi warga.

Diberitakan sebelumnya, warga Urung mendesak rajanya, Ibrahim Haris Wokas untuk tidak menghalang-halangi pemilihan raja secara terbuka. Pasalnya, selama 41 tahun hanya sekali dilakukan pemilihan raja, itupun secara tertutup.

Warga merasa kesal dengan Ibrahim yang tidak melakukan pembangunan di Negeri Urung. Yang terjadi justeru sebaliknya, yang bersangkutan terkesan hanya memperkaya diri.

“Banyak warga yang mengeluh, tidak ada pembangunan dan kesejahteraan di masyarakat. Kecuali dia (raja), sekarang makin kaya. Dia sudah punya mobil dan penginapan,” ujar Najam (Redaksi_KM06)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top