Keenakan, Masih Berkuasa Hingga 40 Tahun, Raja Urung Sampai Punya Penginapan dan Mobil – KILASMALUKU.com
DAERAH

Keenakan, Masih Berkuasa Hingga 40 Tahun, Raja Urung Sampai Punya Penginapan dan Mobil

Rapat yang dilakukan warga Urung soal penolakan raja wokas

KILASMALUKU.com- Masyarakat Negeri Urung, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengaku geram dengan sikap sang raja, Ibrahim Haris Wokas. Dia hingga kini masih ngotot mempertahankan posisinya dan berupaya meredam aksi-aksi masyarakat untuk melakukan pemilihan terbuka.

Protes masyarakat ini ditunjukan lewat pertemuan bersama pada tanggal 3 Maret 2018 kemarin. Agendanya, penolakan atas kepemimpinan Ibrahim Wokas dan membahas kinerjanya selama 42 tahun berkuasa.

Kepada KILASMALUKU.com, salah satu kepala Dusun Kuamur Kecil, Najam Patiukun mengatakan, tidak ada kontribusi ke masyarakat selama Ibrahim berkuasa. Belum ada pembangunan yang signifikan di Urung. Masyarakat Nelayan dan Petani pun tidak banyak yang terbantukan.

Yang terjadi malah sebaliknya, Ibrahim justeru makin kaya. Sekarang sudah punya penginapan dan mobil pribadi.

“Banyak warga yang mengeluh, tidak ada pembangunan dan kesejahteraan di masyarakat. Kecuali dia (raja), sekarang makin kaya,” ujar Najam, Rabu (7/3).

Dikatakan, Ibrahim yang kini juga mrnjabat ketua Latupati Provinsi Maluku seperti keasikan dengan jabatannya. Sudah 42 tahun berkuasa dan tidak ingin melakukan pemilohan secara terbuka.

Bahkan, selama kepemimpinannya, masyarakat sengaja dipetak-petakan antara yang pro dan kontra. Kondisi itu dipelihara bertahun-tahun tanpa adanya mediasi. Hal itu menyebabkan terjadinya ketidak harmonisan dimasyarakat, bahkan menjurus ke perpecahan.

“Karena itu, dalam pertemuan dengan masyarakat dan kepala-kepala dusun, kami ingin lakukan pemilihan yang sesuai dengan aturan, ssrta adil dan demokrasi,” pesannya.

Penolakan yang sama juga disampaikan salah satu pemuda Urung, Abdul Mutalib Rumasukun. Menurutnya, selama ini pemilihan raja tidak sesuai aturan karena berdasarkan Perda 07 yang di sampaikan Bupati SBT Mukti Keliobas, pengangkatan raja dilakukan oleh Mata Rumah Parinta bukan Pemerintah Daerah.

“Jadi bertahun-tahum dia menjabat sebagai raja itu bukan melalui pemilihan yang sah, dipilih oleh Mata Rumah Parenta sesuai silsilah keturunan, melainkan dipilih oranf-orangnya sendiri,” ungkap Abdul Mutalib.

Dikatakan juga, Bupat SBT pernah menyampaikan jika masa jabatan Ibrahim Wokas sudah berakhir pada 7 Juni 2017. Namun sampai sekarang belum di gantikan bahkan akan diadakan pelantikan secara kenegaraan.

“Ini yang kita persoalkan, sejak kapan pengangkatan kembali Ibrahim Wokas oleh Mata Rumah Parenta. Kalau benar dia dipilih, berarti ada yang tidak beres dengan prosesnya, karena semua keturunan raja ikut dalam rapatpenolakan ini,” terangnya. (Rwdaksi_KM04)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top