Pantas Saja Warga yang Bikin e-KTP Ngamuk, 2 Hari Antri di Lapangan Merdeka Hasilnya Kosong – KILASMALUKU.com
AMBOINA

Pantas Saja Warga yang Bikin e-KTP Ngamuk, 2 Hari Antri di Lapangan Merdeka Hasilnya Kosong

antrian warga saat rekap data e-ktp di lapangan merdeka

KILASMALUKU.com- Kemarahan ratusan warga yang mengantri pengurusan e-KTP di Lapangan Merdeka, Jumat (2/3), tak bisa dibendung. Sangking kesalnya menunggu perekaman data e-KTP, sejumlah warga dari Maluku Tengah akhirnya mengamuk di lokasi Pembuatan KTP Malteng.

Kekesalan itu memuncak ketika tidak satupun petugas yang memberi kepastian kapan akan diselesaikan. Mengingat, mereka sudah menunggu selama dua hari.

“Kita sudah antri dari kemarin (Kamis), sampai sekarang belum juga dapat KTP. Kemarin bilangnya hari ini dibagikan, tapi hari ini yang baru dibagikan hanya 30 saja,” protes warga yang mengamuk.

Mereka juga mengecam sikap petugas Dukcapil dari Pemda Maluku Tengah yang seolah cuek saat ditanya. Pegawai tidak memberi penjelasan, malah menyuruh tunggu tanpa kejelasan.

“Kami ini sudah rela meninggalkan pekerjaan dan keluarga hanya ingin bikin KTP. Lalu kita mau diperlakukan seperti ini,” ujar Razak, salah satu warga yang ditemui di Lapangan Merdeka.

Akibat kekacauan itu, ibu-ibu yang ikut mengantri terlihat makin geram. Kepala Dinas Catatan Sipil Provinsi Maluku, Jeremias Weubun sempat turun ke lokasi menenangkan warga, namun bukannya melerai Jeremias justeru terlibat adu mulut dengan ibu-ibu di depan Kantor Gubernur.

“Kami mau supaya sama seperti kabupaten lain. Kabupaten lain bisa langsung dapat, kenapa yang Maluku Tengah ini bermasalah harus antri tanpa kejelasan kapan kita dibagikan itu KTP,” teriak mereka lagi.

Jeremias Weubun mengatakan masalah yang sebenarnya terjadi adalah antusias masyarakat yang terlalu tinggi untuk mengurus dokumen pendidikan di lapangan Merdeka. Akibatnya petugas Disdukcapil kewalahan.

Namun, dia memastikan semua warga akan tetap dilayani. Terhadap permintaan warga yang menginginkan KTP yang sudah jadi dibagikan langsung ke desa-desa, Weubun mengaku itu sangat sulit.

“Pengalaman yang sudah-sudah, saat KTP diberikan ke desa, itu ada yang hilang. Ada yang dibuang. Makanya kita tidak mau seperti itu. Dan jalan keluar yang kita ambil, dia (warga) datangi kantor Discapil untuk ambil supaya langsung cocokan dengan wajah,” katanya.

Dia menambahkan, jumlah warga yang melakukan pengurusan dokumen administrasi kependudukan pada loket massal gratis ini telah mencapai angka 1000 lebih setelah dilakukan rekap data pada Kamis malam. Belum terhitung dengan kemarin.

Untuk blanko E-KTP, Disdukcapil telah siapkan 4.000 blanko. “Yang sudah kita bawa itu 4000, kalau kurang kita pergi ambil lagi karena di Jakarta sudah ada 1 juta blanko yang siap. Mungkin mereka (warga yang protes) takut jangan sampai mereka tidak kebagian blanko. Tapi kita pastikan blanko aman. Dan mungkin juga mereka sudah capek juga dari kemarin antri. Kita yang petugas juga capek,” katanya (RUZ/Katim/Redaksi_KM01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top