Muncul Benjolan-benjolan Aneh di Leher Warga Romang, Diduga Terpapar Merkuri dari Pertambangan – KILASMALUKU.com
DAERAH

Muncul Benjolan-benjolan Aneh di Leher Warga Romang, Diduga Terpapar Merkuri dari Pertambangan

pengujian sampel air dan tanah di pulau romang oleh tim ahli dari kementrian ESDM

KILASMALUKU.com- Sepuluh warga Desa Hila, Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MTD) melaporkan kondisi kesehatan yang menimpah saat ini. Mereka mengaku mengidap penyakit aneh, muncul benjolan kecil dibagian leher.

Kesepuluh warga tersebut  adalah SP (60 tahun), JP (23 tahun), FP (51 tahun), DK (61 tahun), PP (37 tahun), THS (57 tahun), RS (50 tahun), KS (17 tahun) dan WP (13 tahun). Dari hasil laboratorium Prodia, ada kandungan merkuri dalam darah 10 orang itu. Diduga kasus ini berkaitan dengan  oprasional perusahaan tambang mas, PT Gemala Borneo Utama (GBU) di Romang.

Dugaan itu diperkuat dengan temuan yang dilakukan tim Amdal Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, tentang ditemukannya mercuri diatas ambang batas di lokasi tambang dan mengancam kesehatan masyarakat setempat.

Dikutip dari Ambon Ekspres (FAJAR GRUP), salah satu warga, THS mengkau sejak setahun lalu dia memiliki benjolan aneh dibagian belakang leher. Benjolan itu terus membesar dan mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Selain dia, ada beberapa warga lainnya yang juga mengalami masalah kesehatan yang mirip. THS juga mengaku merupakan satu dari 12 warga yang diambil sampel kuku dan rambut oleh pihak Kodam XVI/Pattimura untuk memastikan kandungan merkuri.

Namun sayangnya hasil tes tersebut tidak pernah disampaikan kepada warga. “Saya memang satu dari 12 warga yang ikut diambil sampel kuku dan rambut. Tapi hasilnya tidak pernah ada. Kami akhirnya memilih untuk melakukan tes darah langsung di Prodia, dan memang menerima hasil kalau ada kandungan merkuri didalam tubuh kami,” ucap THS.

THS juga menyatakan selama ini tinggal di Desa Hila, Pulau Romang dan tidak pernah berpergian ke daerah lain. Dia juga siap untuk kembali menjalani tes apabila ada pihak-pihak meragukan hasil laboratorium yang dikeluarkan Prodia. “Ya, kalau dibilang hasil tesnya tidak benar. Saya, siap tes lagi,” tandas dia.

Menyikapi kondisi tersebut, tokoh pemuda Pulau Romang, Isack Knyairlay dan Almino Johansz menyatakan, hasil uji lab tersebut telah disampaikan kepada Kontras. Menurutnya, masyarakat selama ini telah menerima sosialisasi tentang ancaman merkuri terhadap kesehatan manusia, sehingga mereka peduli atas perubahan kondisi kesehatannya.

Hasil dari Prodia ini, kata Isack, memang sangat mengejutkan, mengingat Gubernur Maluku telah kembali mengeluarkan SK yang memberikan izin kepada PT GBU untuk kembali beroperasi. Dia menyayangkan sikap Assagaff, yang ternyata lebih mementingkan investasi, ketimbang kondisi kesehatan masyarakat setempat. “Dengan kondisi ini, saya pikir Pemprov Maluku harus segera mengambil langkah teknis. Jangan hanya pikirkan investasi tapi mengabaikan keselamatan masyarakat. Apalagi, Romang merupakan Pulau Kecil,” ucapnya. (NEL/ameks/Redaksi_KM01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top