Buka National IYC 2018, Wagub Maluku Minta Anak Muda Jaga Idealisme – KILASMALUKU.com
DAERAH

Buka National IYC 2018, Wagub Maluku Minta Anak Muda Jaga Idealisme

KILASMALUKU.Com – Wakil Gubernur Provinsi Maluku, Zeth Sahuburua, secara resmi membuka kegiatan National Interfaith Youth Camp (IYC) 2018, yang akan berlangsung di Pantai Wisata Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dari tanggal 25 hingga 30 Januari 2018.

Kegiatan National IYC dengan latar ‘Counter Violent Extremism’ diikuti oleh pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia.

Wagub dalam sambutannya mengharapkan kepada para peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, agar kiranya setelah kegiatan National IYC, mereka dapat menjadi icon perdamaian kerukunan antar umat beragama di masing-masing daerahnya.

Dikatakan Wagub Zeth, Maluku telah aman, damai dan sejahtera, yang dibuktikan dengan adanya visi dan misi Pemprov Maluku untuk 25 tahun mendatang. “Mantapkan pembangunan Maluku yang aman, rukun, damai serta sejahtera”.

Bagi Wagub, kehadiran para peserta dari seluruh provinsi di Indonesia ke Maluku, menjadi lambang bahwa Maluku merupakan salah satu provinsi yang harus diperhitungkan dalam pembangunan bangsa ke depan.

“Kenapa saya katakan begitu, karena pada saat Indonesia 7 Agustus 1945, maka pada tanggal 19 Agustus 1945 ditetapkan delapan provinsi, yang salah satunya adalah Maluku dengan Gubernur pertamanya, Mr Yohanes Latuharhary. Maka, Maluku termasuk salah satu provinsi yang ikut melahirkan Republik Indonesia,” kisah Wagub.

Dalam kesempatan ini, Wagub Maluku juga mengisahkan perjalannya ketika menjadi ketua DPD KNPI Maluku. Sebagai orang yang pernah tergabung bersama pemuda-pemudi di Indonesia, Wagub merasa bangga dengan kehadiran perwakilan pemuda seluruh Indonesia di kediamannya.

Menariknya, Wagub juga memberikan tips kepada seluruh undangan yang hadir dalam jamuan makan malam ini, bahwa seseorang yang dikatakan tua, bukan karena usianya, tapi seseorang dikatan tua apabila orang tua itu telah kehilangan idealisme.

“Ety Sahuburua (sapaan akrab Zeth Sahuburua_red) tidak pernah kehilangan idealisme,” guyon Wagub.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Maluku ini meminta kepada seluruh peserta, yang terdiri dari para pemuda-pemudi agar tidak kehilangan idealismenya. “Kalau anak-anak muda kehilangan idealismenya, lebih baik mati dari pada hidup, karena tidak ada akal untuk itu,” tukas Gubernur.

Sementara Direktur Ambon Reconciliation Mediation Center (ARMC) IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini akan memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat, terutama untuk kemajuan pembangunan di Maluku.

“Setidaknya, lewat kegiatan yang menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia ini, mereka akan membawa pengalaman yang didapatkan di Maluku lalu dikisahkan di daerahnya.” Kata Abidin,

setelah penutupan pendaftaran, yang mendaftar untuk menjadi peserta mencapai tiga ribu orang lebih. Sayangnya, dari jumlah pendaftar tersebut, hanya diterima 120 sesuai kuota yang ditetapkan.

Kegiatan Nasional Interfaith Youth Camp Maluku 2018 merupakan kerjasama antara ARMC IAIN Ambon dengan PPIM Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menurut Abidin, seperti panas pela antar sekolah di Kota Ambon, Makan Patita, sharing pengalaman, musik sebagai instrumen rekonsiliasi sosial, kunjungan tematik, penanam pohon perdamaian atau pohon kehidupan.

Sementara Direktur PPIM UIN Syahid, Prof. Dr. Jauhari, dalam sambutannya mengajak para peserta untuk menggunakan kesempatan sebagai peserta, karena mereka sudah terpilih dari proses seleksi ketat yang dilakukan oleh panitia.

Di mana, dari total ribuan orang yang mendaftar, hanya 120 yang terpilih. Sehingga itu, harus benar-benar memanfaatkan kegiatan ini, dengan cara menyimak materi yang diterima, serta menimbah pengalaman sebanyak-banyaknya, yang selanjutnya pengalaman itu dibawah ke daerahnya masing-masing.

Sedangkan, Wakil Rektor I Dr. Mohdar Yanlua, mewakili Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pihak PPIM UIN Syahid, beserta pendonor yang sudah mempercayakan ARMC IAIN Ambon sebagai penyelenggara kegiatan.

Mohdar berharap, semua hal-hal positif yang diterima selama kegiatan, dapat diambil menjadi pengalaman, dan sebaliknya untuk hal-hal negatif, dapat ditanggalkan di Maluku, sebelum para peserta kembali ke daerah masing-masing. “Semoga kegiatan ini menjadi motivasi untuk kita semua ke depan,” singkat Mohdar. (redaksi/km03)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top