Pak Bupati Malteng Harus Dengar, Masyarakat Hitu Messing Minta ADD di Bekukan – Kilas Maluku
DAERAH

Pak Bupati Malteng Harus Dengar, Masyarakat Hitu Messing Minta ADD di Bekukan

KILASMALUKU.com – Enam tahun memegang tampuk kepemimpinan sementara untuk mengisi kekosongan pemerintahan di Negeri Hitu Mesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), justeru menimbulkan sejumlah persoalan krusial yang memantik ketidak puasan warga masyarakat di desa yang dipimpin Edwin Slamet.

Rilis yang diterima menyebutkan, tuntutan masyarakat dan pemuda yang hampir ratusan orang turun ke jalan tersebut mendesak kepada Bupati Abua Tuasikal untuk meninjau kembali kinerja penjabat negeri Hitu Messing yang tidak efektif, apalagi dalam menjalankan tugas fungsi dan kewenangan dalam mengkonsolidasi kepentingan masyarakat desa, baik dari aspek pembangunan, pelayanan pemerintahan maupun transparasi dalam pengelolaan anggaran pembangunan desa.

“Aksi demo seluruh pemuda dan masarakat Hitu Messing yang berlangsung ini, untuk menyampaikan beberapa tuntutan secara terbuka kepada pemerintah Kabupaten Malteng terkait kinerja penjabat yang selama ini kami nilai sangat tidak effektif,” kata Din Hurassan, salah satu warga Negeri Hitu Messing.

Din menegaskan, tuntutan yang disampaikan masyarakat dan pemuda negeri Hitu Messing tersebut mencakup empat point penting, yakni segera rotasi kepemimpinan ditingkat negeri/desa dengan meninjau kembali SK penjabat yang sudah berlansung selama enam tahun, dan segera menggantikan dengan pemerintahan definitive, memblokir ADD yang diduga dikelola secara tidak transparan.

“Segera menggantikan penjabat karena keberadaan penjabat sangat tidak efektif, blokir dana desa dan ADD,Pemkab Malteng segera bentuk panitia pemilihan raja definitive, dan segera tinjau SK Edwin,” kata Din

Aksi yang berlansung selama tiga hari tersebut juga dilakukan penyitaan terhadap inventaris pemerintahan Negeri Hitu Messing yang berada di kediaman pribadi penjabat Edwin Slamet. Untuk itu, dengan berbagai aksi protes sebagai bentuk interupsi warga kepada penjabat pemerintahan negeri Hitu Messing tersebut harus menjadi perhatian dan catatan khusus bagi Bupati Malteng guna menindak lanjuti berbagai tuntutan masyarakat.

“ Kami melakukan demo dalam beberapa hari dengan jumlah yang begitu besar, dalam aksi tersebut juga kami menyita inventaris negeri di kediaman bejabat. Bahkan kami mengundang penjabat untuk menhadiri rapat bersama warga untuk mempertanggungjawabkan sejumlah persoalan, namun penjabat enggan menghadiri undangan tersebut.”

Untuk itu, bupati harus obyektif dalam persoalan internal negeri Hitu Messing, persoalan rumah tau perintah harus kita junjung demi kelangsungan anak adat negeri Hitu Messing,” ucapnya.

Masyarakat juga menilai jika penjabat tidak transparan atas pengelolaan dana desa ataupun ADD, sistem administrasi amburadul dll. Untuk itu, jika permintaan masyarakat tidak ditindak lanjuti Bupati Malteng, maka gelombang aksi dalam bentuk besar akan dilakukan.

“Kalau permintaa masyarakat tidak diindahkan bupati dan tidak meresponi keinginan pemuda dan masyarakat maka kami akan lakukan aksi yang begitu besar,” kecamnya.

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!