Ini Orangnya! Pelaku Pemerkosa Bocah 8 Tahun hingga Pendarahan, Ternyata Ayah Kandung – Kilas Maluku
KRIMINAL

Ini Orangnya! Pelaku Pemerkosa Bocah 8 Tahun hingga Pendarahan, Ternyata Ayah Kandung

Buang papilaya/ameks

KILASMALUKU- Polisi Akhirnya mengungkap pria biadap yang tega memperkosa bocah delapan tahun hingga pendarahan. Namanya Buang Papilaya (49) yang tak lain ayah kandung  korban sendiri.

Dia sendiri yang melapor perbuatan biadabnya. Polisi sudah meringkusnya sejak Senin (23/10) malam. Polisi juga menemukan bukti, sebelum diperkosa, bocah malang itu dicabuli ayah kandungnya itu.

Setelah memperkosa, pada Selasa (17/10), Buang dengan jahatnya membuang darah dagingnya itu di Terminal Mardika. Dibiarkan kedinginan, dengan darah membasahi tubuh bocah malang itu. Bocah itu baru ditemukan warga sekira pukul 06.00 pagi. ”Pelaku perkosaan anak itu bapaknya sendiri. Dia sudah kita amankan tadi malam (Senin malam). Sudah kita tetapkan tersangka. Hari ini ditahan, surat penahanan tersangka sudah diterbitkan,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Teddy seperti diberitakan Ambon Ekspres (GRUP FAJAR), Selasa (24/10).

Penangkapan terhadap Buang setelah polisi mengantongi dua alat bukti, yakni berdasarkan pengakuan korban, dan bukti dokumen hasil visum korban secara medis. Korban mengalami luka sobek dibagian alat vital hingga ke anus. ”Sejauh ini 8 saksi kita mintai keterangan. Tadi (kemarin) setelah kita gelar kasus ini, dua alat kita katongi memenuhi syarat sehingga langsung kita naikan statusnya sebagai tersangka. Sampai sekarang tersangka masih menyangkal perbuatannya. Tidak mengakui. Tetapi alat kita kantongi sudah kuat, termasuk pengakuan korban,” tandas dia.

Dia menegaskan, polisi menemukan bukti perbuatan Buang Papilaya dilakukan di kamar kontrakan mereka, Lorong Kadewatan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Untuk menghilangkan jejak, pelaku membawa anaknya dengan kondisi lemas itu menggunakan becak. Di depan BCA, Buang nekat meletakan buah hatinya itu bergelimang darah disana. ‘’Setelah menyetubuhi korban di kamar kontrakan, korban dibawa dengan becak ke depan Bank BCA. Becak sudah kita amankan juga. Untuk pakaiaan yang digunakan melap seperma dan darah itu sudah dibuang. Jadi masih dicari. Jadi sebelum korban disetubuhi, malamnya pelaku lebih dulu mencabuli korban. Nanti paginya, barulah korban disetubuhi pelaku,” tandas Teddy.

Teddy memastikan, Buang Papilaya juga membesarkan kemaluannya dengan cara menyuntik. ”Pelaku membesarkan kelaminnya. Hal inilah yang menyebabkan korban mengalami luka sobek dikemaluan hampir ke lubang anusnya (lubang dubur). Memang biadab orang ini,” kata Teddy.

Kasat Reskrim juga memastikan akan menjerat pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya. Untuk itu, pasal yang disangkakan kepada Pasal 81, 82 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 , pasal 287, dan atau 64 KUHPidana. ”Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. Dan bila perlu kita dorong hukuman mati atau seumur hidup,” tegasnya.

Bocah ini ditemukan warga dan dilarikan ke RS Sumber Hidup (dulu GPM) untuk mendapat perawatan medis. Kasus pemerkosaan ini sudah dalam penanganan polisi.

Informasi Ambon Ekspres dari kepolisian, korban pertama kali ditemukan petugas kebersihan sekira pukul 06.00 WIT dengan kondisi lemas dan bersimbah darah dari alat vital korban.

Petugas kebersihan Kota Ambon, Petrus Latuputty yang pertama kali menemukan korban kepada polisi mengaku, sebelum mendapati korban, saat itu dirinya sementara santai dan minum kopi disamping rumah makan di Terminal Mardika.

Dijelaskannya, saat itu ada seorang pria tidak dikenal sempat mengatakan ada seorang anak yang tengah tertidur dengan kondisi berdarah-darah. “Jadi setelah mendengar ada orang yang bilang ada anak kecil tidur dengan darah-darah, saya langsung dekati tempat anak itu tidur, tergeletak lemas di depan Bank BCA,” kata Petrus.

Petrus terkejut saat melihat kondisi bocah malang ini yang lemas dan berdarah. “Setelah saya sampai, dekati korban ada darah yang menetes dari kemaluan korban turun ke paha,” akuinya.

Petrus kemudian menyampaikan ke salah satu sopir angkot, Muhammad Nur Sangadji dan salah seorang pedagang Windy Kastanya yang saat itu berada di lokasi kejadian untuk membawa korban ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.

Korban saat ini dalam kondisi kritis. Pihak keluarga korban sudah mengadukan kasus ini ke Mapolres Ambon guna ditindaklanjuti polisi. Korban diketahui berdomisili di Kecamatan Sirimau.(ERM)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!