Dari Delapan Wakil Maluku di Senayan, Hanya Sedikit yang Vokal, Lainnya? Hadehh.. – Kilas Maluku
AMBOINA

Dari Delapan Wakil Maluku di Senayan, Hanya Sedikit yang Vokal, Lainnya? Hadehh..

KILASMALUKU.com – Provinsi Maluku masih menjadi daerah tertinggal dan termiskin. Bahkan, Maluku kini masuk dalam deretan 10 besar daerah termiskin di Indonesia.

Berbagai masalah terus melilit Provinsi bertajuk ‘Seribu Pulau’ itu. Perjuangan Pemerintah Provinsi untuk menggolkan berbagai program yang bisa mensejahterakan masyarakat Maluku terlihat jalan ditempat, baik itu PI 10 persen, pengelolaan Blok Masela, Provinsi Kepulau hingga Lumbun Ikan Nasional (LIN).

Semua itu tak ada hasilnya hingga kini. Ketidak berhasilan program itu bukan karena pemerintah tak berjuang, tapi tak dukungan penuh dari wakil-wakil rakyat asal Maluku di Gedung Senayan, Jakarta.

Sepanjang terpilihnya delaoan wakil rakyat asal Maluku untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam perjuangkan usulan program pemerintah, sepertinya tak terdengar sama sekali dari delapan wakil rakyat itu.

Hal ini membuat Direktur Walang Demokrasi, Abubakar Solissa melontarkan kritikan pedas kepada wakil-wakil rakyat itu.

Menurut Solissa, dirinya begitu heran dengan sikap wakil rakyat asal Maluku itu. Pasalnya, anggota DPR dan DPD dari daerah lain begitu gencar menyuarakan kepentingan daerah mereka masing-masing, sementara dari Maluku malah tak terdengar.

“Sejauh ini yang vokal untuk Maluku hanya Mercy Barends dan Nono Sampono aja. Yang lain diam membisu, bahkan ada yang D5 (datang, duduk, diam, dengar dan duit) saat berlangsungnya rapat komisi dengan instansi terkait,” kata Solissa lewat rilisnya ke redaksi, Rabu (27/9).

Tak hanya beropini, Solissa mengaku beberapa kali sering memantau kinerja wakil rakyat ini lewat rekan-rekan jurnalisnya yang bertugas di DPR. “Saya itu punya teman jurnalis banyak di DPR, jadi mereka sering cerita soal sikap diam anggota DPR asal Maluku,” akuinya.

Seharusnya, kata Solissa, kedelapan anggota DPR asal Maluku itu harus terlihat vokal di forum-forum resmi seperti begitu. Sikap diam mereka ini
sesungguhnya telah mereduksi standing politik masyarakat Maluku, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan dan distribusi pembangunan ke Maluku.

“Ini bahaya. Politik seperti ini seharusnya tak perlu terjadi, mereka para wakil rakyat harusnya berada di garda terdepan dan mempertegas kepentingan masyarakat Maluku, bukan duduk dan bersembunyi di balik mikrofon dan menyaksikan rekan-rekan DPR yang lain menyuarakan kepentingan masyarakat di dapilnya,” tegas mahasiswa Pasca Serjana di Universitas Paramadina itu.

Solissa pun mengingatkan masyarakat Maluku, agar ke depan bisa memilih wakil rakyat asal Maluku yang tepat dan mampu berbucara banyak soal kemajuan dan kesejahteraan Maluku.

“Masyarakat Maluku harus bersuara, biar perlu mengevaluasi bahkan memberikan punishment politik dengan tidak memilih mereka kembali di pileg 2019,” harapnya. (redaksi/km03)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!