Pemrov NTT Lebih Ngotot Minta PI Blok Masela Dibagi Rata, Maluku 5 Persen NTT 5 Persen – Kilas Maluku
AMBOINA

Pemrov NTT Lebih Ngotot Minta PI Blok Masela Dibagi Rata, Maluku 5 Persen NTT 5 Persen

KILASMALUKU.com– Lobi-lobi yang pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapat Participation Interest (PI) Blok Masela makin gencar. NTT Bahkan menggunakan perwakilnnya di DPR untuk ‘membujuk’ pemerintah pusat agar PI 10 persen dibagi rata, Maluku 5 persen NTT 5 persen.

Permintaan juga disampaikan langsung Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat peletakan batu pertama pembangunan terminal penyimpanan minyak dan gas atau oil storage terminal di kawasan Industri Blok, Kabupaten Kupang, oleh PT Binusindo Energi Indonesia pada pertengahan Agustus lalu. Frans bahkan mengusulkan agar pangkalan logsitik Blok Masela dibangun di wilayahnya.

“Hak partisipasi biasanya diberikan sebesar 10 persen, dan saya minta kalau bisa dibagi 5-5 persen dengan Provinsi Maluku. Alasannya Blok Masela berada di luar wilayah teritori dari Provinsi Maluku dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski lebih dekat dengan Maluku (sekitar 300 kilometer) tetapi secara teritori, di luar karena kewenangan provinsi itu 12 mil,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi James Adam mengingatkan, hak Participating Interest/PI (hak partisipasi) terkait eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) Blok Masela di Maluku harus adil untuk daerah.

“Apabila pembagiannya tidak adil dan merata, saya yakin tetap menimbulkan keributan dan rasa curiga antardaerah di kemudian hari,” kata James menyinggung soal wacana skema pembagian PI di Blok Masela sebesar 5:5% antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku.

James mengatakan, Blok Masela berada di zona perairan netral, sehingga usul Gubernur NTT Frans Lebu Raya agar pembagian PI sebesar 5:5 persen untuk kedua provinsi, perlu dikaji lebih cermat oleh pemerintah pusat.

“Usul Gubernur NTT itu wajar-wajar saja, karena jatah pembagian PI dari pusat ke daerah itu sekitar 10 persen, sehingga beliau mengusulkan agar NTT juga mendapat lima persen dari Blok Masela, merupakan sesuatu yang wajar,” ujar James.

Menurut James, permintaan 5 persen itu wajar sebab wilayah NTT adalah salah satu yang berdampak langsung dengan eksploitasi migas di Blok Masela. Jika dilihat dari struktur geografis maka jarak tempuh antara Maluku dengan Blok Masela sekitar 300 kilometer, sedang dari Alor, NTT sekitar 800 kilometer.

Ia menegaskan, penyiapan SDM harus dilakukan agar jangan sampai kebutuhan itu justru dipenuhi dari SDM asing dari luar Maluku.

Sebelumnya kilang Blok Masela digarap perusahaan minyak Royal-Shell Belanda dan Inpex yang berbasis di Jepang dengan nilai investasi sebesar US$20 miliar, atau sekitar Rp200 triliun untuk mengembangkan blok kaya migas yang terletak di Laut Timor antara NTT dengan Maluku.

Investasi di Blok Masela bisa naik hingga US$20 miliar, karena perusahaan minyak tersebut berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi gas alam cair di fasilitas abadi sebesar 6.000.000 metrik ton per tahun.(ILC/katim/redaksi_km01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!