Diciduk Oknum Polisi, Dianiaya di Hutan Oli, Syamsuddin Lalu Ditembak, Keluarga Lapor ke Polda – KILASMALUKU.com
AMBOINA

Diciduk Oknum Polisi, Dianiaya di Hutan Oli, Syamsuddin Lalu Ditembak, Keluarga Lapor ke Polda

ilustrasi

KILASMALUKU.com- Keluarga Syamsuddin berang dengan kelakuan beberapa oknum polisi, saat penangkapan pria 53 tahun ini Jumat (25/8). Korban saat itu diciduk dari rumahnya, di Tanah Rata Desa Batu Merah, sekitat pukul 15.30 WIT, kemudian dibawa ke hutan Dusun Oli, lalu dianiaya.

Dari keterangan keluarga korban, Syamsudin dijemput polisi karena dianggap terlibat dalam pengelolaan batu cinnabar untuk pembuatan cairan keras. Namun bukan kasusnya yang dipersoalkan, keluarga merasa polisi memperlakukannya dengan tidak manusiawi tanpa melalui proses peradilan.

Diceritakan, setelah penjemputan itu, Syamsudin dianiaya, korban dibawah ke hutan di Dusun Oli. Dia bahkan sempat ditembak meski tidak mengenai tubuhnya. Syamsuddin sempat diinapkan di Mapolres Ambon namun kemudian ilepas.

“Bapak (Syamsuddin red) langsung dianiaya. Tak hanya itu, mereka juga sempat menembak ke arah kaki bapak. Meski bapak tidak kenapa-napa. Dari situ kemudian bapak dibawa ke Polres sampai pukul 05.00, baru kemudian dilepas. Bapak juga dikenakan wajib lapor,” kata anak korban yang menolak namanya di korankan.

Dikutip dari Ambon Ekspres (Grup Fajar), sekira pukul 17.00, Sabtu akhir pekan kemarin, Syamsuddin didampingi keluarganya melaporkan anggota polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Informasi lain menyebutkan, Syamsuddin diduga pernah terlibat dalam peredaran batu cinnabar. Namun bukan sebagai pembeli. Dia bertindak sebagai orang ketiga. “Sudah lama tidak melakukan hal seperti itu (terlibat bisnis red). Mereka (Polisi red), pernah tanya korban, tahu soal cinnabar dibilangnya tahu, tetapi korban sudah tidak lagi terlibat,” tutur sumber ini.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh, yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan Syamsuddin. “Sudah dilaporkan kemarin (Sabtu red) sore. Tapi bukan saja laporkan di Propam melainkan juga ke pidana yakni penganiayaan,”kata dia ketika dihubungi terpisah.

Dia mengaku laporan Syamsuddin itu kini sementara diproses baik oleh propam maupun oleh Direktorat Reskrimum. “Senin (hari ini red), mungkin baru laporannya dinaikan ke pimpinan. Tetapi yang pasti korban sudah melapor dan kasus ini tetap diproses,” tandasnya. (AHA/ameks/redkasi_KM01)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top