Tolong Dong Pak Direktur PLN, Anak Buahmu sudah Ambil Uang Rp2,7 Juta dari Warga Miskin di Buru, tapi Listrik Diputus Kembali – KILASMALUKU.com
DAERAH

Tolong Dong Pak Direktur PLN, Anak Buahmu sudah Ambil Uang Rp2,7 Juta dari Warga Miskin di Buru, tapi Listrik Diputus Kembali

KILASMALUKU.com – Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan tiga oknum petugas PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero Pulau Buru di Desa Wainibe, Kabupaten Buru atas nama yakni Angky Tasidjawa dan dua rekannya (belum diketahui nama) begitu meresahkan warga.

Aksi tiga oknum anggota PLN ini sudah meraup keuntungan dari warga miskin di Desa Wainibe jutaan rupiah. Tiga oknum anggota PLN ini menipu warga untuk memasukan aliran listrik ke rumah mereka, asalkan mau memberi uang muka.

Saat uang tersebut sudah diserahkan, tiga oknum ini memasukan aliran listrik ke rumah warga, tapi tidak dilaporkan ke kantor. Alhasil, para pelanggang ini harus menerima kenyataan saat listrik yang sempat masuk di rumah mereka itu kembali diputus. Praktek pungli ini baru terungkap setelah petugas tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dari Kota Ambon turun ke desa tersebut, untuk melakukan pemeriksaan.

Saat turun, tim menemukan banyak keganjalan. Warga yang sudah membayar uang muka untuk mendapat aliran listrik itu kembali diputuskan satu hari sebelum tim P2TL tiba di Pualau Buru. Bahkan, instalasi listrik yang amburadul.

Sejumlah warga yang diwawancarai tim P2TL mengakui, mereka telah ditipu oleh tiga oknum anggota PLN dan bahkan diperas melalui tagihan-tagihan yang terbilang besar. Untuk setiap keluarga dipatok biaya bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, dengan diiming-iming akan dipasangkan meter dan listrik.

Tapi, yang dijanjikan oleh tiga oknum ini tidak pernah terlaksana. “Kami diminta biaya pemasangan listrik sudah sejak 3 tahun lalu sebesar Rp.2.700.000,- tetapi lampu tidak pernah nyala. Yang meminta itu namanya Angky Tasidjawa dan dua temannya yang katanya orang PLN,” ujar Lely Latumaelisa selaku korban pemutusan listrik.

Selain Lely Latumaelisa, salah satu warga yang namanya enggan diberitakan mengakui, sehari sebelum kedatangan tim P2TL, Igo, anggota PLN dan rekannya sudah melakukan pemutusan listrik di rumah warga, dan pemutusan itu dilakukan langsung dari tiang listrik, bukan dari meteran.

Beberapa pelanggan PLN yang sudah menyetor uang jutaan rupiah tapi listrik diputus kembali

“Kemarin pak Igo dengan temannya datang lalu kasih putus kabel. Saya tanya mengapa diputus, padahal kan saya sudah bayar Rp.2.100.000,- itu pak? Tetapi dijawab bahwa ini cuman pemutusan sementara karena ada pemeriksaan dari Ambon. Itu katanya pak,” ungkapnya.

Olehnya itu, merasa telah dirugikan, warga mengharapkan agar permasalahan yang terjadi bisa dilihat oleh unsur pimpinan PT PLN Persero sehingga menindak serta menertibkan ulah oknum petugas yang bersangkutan yang sudah mengarah ke tindak penipuan dan pemerasan. (redaksi/km02)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top