Tipikor Ambon Meringankan, JPU Menolak.. Kini Eks Dirut Poltek Ambon Dibui Empat Tahun Penjara – KILASMALUKU.com
KRIMINAL

Tipikor Ambon Meringankan, JPU Menolak.. Kini Eks Dirut Poltek Ambon Dibui Empat Tahun Penjara

KILASMALUKU.com – Sebelum mendapat vonis empat tahun penjara dari Pengadilan Tinggi Kota Ambon, Pengadilan Tipikor Ambon juga sudah jatuhi hukuman buat eks Dirut Poltek Negeri Ambon Ferdinand Sekeroney dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara.

Namun, putusan dari Pengadilan Tipikor Ambon itu ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) lantaran hukuman tersebut sangat ringan dan tidak sesuai dengan tuntutan JPU sendiri, yakni 3,6 tahun penjara. Atas ketidak puasan itu, JPU lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Ambon, dan kini diputuskan empat tahun penjara.

“Dari salinan putusan ban­ding yang kami terima, terdakwa Ferdinand Sekeroney dijatuhi hukuman empat tahun penjara, denda sebesar 200 juta subsider dua bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 152.625.819,00 subsider enam bulan kuru­ngangan,” kata Humas Pengadilan Tipikor Herry Setiabudi, sebagaimana dilansir dari RakyatMaluku.com (Fajar Grup).

Lanjut Herry, vonis dari Pengadilan Tipikor itu terlalu ringan dan jauh dari yang tuntut oleh JPU. Olehnya itu, langkah banding yang ditempuh JPU kini menuai hasil yang sebagaimana diinginkan JPU.

“Vonis Pengadilan Tipikor Ambon itu, lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa Ferdinand Sekeroney selama 3,6 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 150 juta sub­sider enam bulan kurungan,” jelas Herry.

Atas putusan itu, Pengadilan Tinggi secara resmi telah membatalkan putusan hukum dari Pengadilan Tipikor dan mengadili ulang kasus korupsi pengadaan tanah buat Kampus Poltek Negeri Ambon di tahun 2010 itu.

“Jadi, PT Ambon membatalkan putusan Penga­dilan Tipikor Ambon dan mengadili sendiri perkara terdakwa Ferdinand Sekeroney, sebagaimana permohonan banding yang diajukan JPU karena tak terima dengan putusan Pengadilan Tipikor Ambon,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus korupsi ini bermula di tahun 2010 saat Politeknik Negeri Ambon dialokasikan anggaran sebesar Rp.455.000.000 untuk pengadaan tanah seluas 2.600 meter persegi yang bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (redaksi/km03)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top