Kok Enak Yah, Korupsi dan Divonis Penjara, Tapi Kadis Pendidikan SBT Masih Bisa Jalan-jalan, Ehemm.. – KILASMALUKU.com
KRIMINAL

Kok Enak Yah, Korupsi dan Divonis Penjara, Tapi Kadis Pendidikan SBT Masih Bisa Jalan-jalan, Ehemm..

KILASMALUKU.com – Sikap melawan hukum kembali dipertontonkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Kabupaten Seram bagian Timur (SBT) Achmad Rumaratu dan pihak Jeksaan Negeri SBT.

Achmad Rumaratu telah divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi atas tindakan korupsi yang dilakukannya. Namun, hingga kini belum ada langkah tegas dari pihak penegak hukum untuk menahan yang bersangkutan.

Selain itu, pihak Mahkamah Agung (MA) juga telah menolak kasasi yang dilakukan oleh Rumaratu. Ini makin menguatkan vonis yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Ambon. “Kasasi sudah ditolak oleh MA, maka sudah sepatutnya Achmad Rumaratu ditahan, bukan berkeliaran bebas,” kata tokoh pemuda SBT, Samat Rumalean.

Rumalean juga menilai, ada indikasi pembiaran dilakukan oleh kepala Cabang kejaksaan Negeri SBT, hingga terdakwah (Achmad Rumarutur-red) tak ditahan sebagai pelaku korupsi. “Coba Kecapjari SBT profesional dong, serta mengutamakan perintah hukum. Jangan melindungi terdakwah korupsi,” pintanya.

Jika langkah penahanan terhadap Achmad Rumaratu tak dilakukan, maka sudah sepantasnya pihak lain menilai bahwa ada sesuatu antara Kecapjari SBT dengan terdakwah, hingga tak berani dijebloskan ke dalam penjara. “Ini sebagai ingatan buat Kecapjari, biar hukum itu ditegakan, bukan untuk dimainkan,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, Dewan Pimpinan Daerah, Komiti Nasional Pemuda (KNPI) Nhiko Sohilauw menegaskan, jika tak ada siapapun di negara ini yang kebal hukum atas perbuatan melanggar hukum itu sendiri. “Tidak ada alasan untuk siapapun tidak melaksanakan putusan undang-undang, apalagi ini berkekuatan hukum tetap atau inkra” tegasnya.

Sohilauw juga mendesak agar, Bupati SBT Mukti Keliobas mengambil langkah tegas atas putusan Pengadilan Tinggi atas bawahannya ini, yang telah ditetapkan bersalah melakukan tindakan kasus korupsi dana DAK tahun 2008, dengan kerugian negara mencapai Rp 153 juta.

“Kami harap pak Bupati bisa mengambil langkah tegas atas masalah ini. jangan jadikan orang yang terbukti korupsi memimpin Dinas Pendidikan SBT. Sudah saatnya untuk diganti. Selain itu, Kecapjari juga harus menyadari tugasnya sebagai penegak hukum, bukan membiarkan pelaku kejahatan bebas begitu saja,” harap Sohilauw. (redaksi/km03)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top