Inilah Hasil Pengujian Kadar Merkuri di Pulau Romang, Tim Independen: Jangan Lagi Ada yang Berkomentar.. – KILASMALUKU.com
RAGAM

Inilah Hasil Pengujian Kadar Merkuri di Pulau Romang, Tim Independen: Jangan Lagi Ada yang Berkomentar..

proses pengambilan sample yang dilakukan tim independen di pulau romang

KILASMALUKU.com – Masalah eksploitasi dan pencemaran lingkungan dengan bahan kimia jenis merkuri di Pulau Romang, Maluku Barat Daya (MBD) kembali diteliti.

Kali ini, tim independen yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), ahli Universitas Pattimura (Unpatti), Bareskrim, DPRD MBD, dan PT Gemala Borneo Utama (GBU) sendiri turun langsung untuk mengambil sampel tanah, batu dan air di wilayah operasional PT GBU.

Pasalnya, keputusan penutupan PT GBU baru-baru ini lantaran ada laporan dari para ahli jika, kerusakan lingkungan di Pualau Romang akibat penggunaan merkuri hingga mencapai 69,7 ppm.

Ketua tim independen, Adzam Bandjar mengakui sistim maupun metode yang dilakukan dalam pengambilan sampel kali ini menggunakan metode yang sangat prosedural. Sampel yang diambil bersumber dari lokasi eksploitasi seluas 40 Hektar, mencakup areal efektif eksploitasi seluas 38 Hektar oleh Dinas Pertambangan.

“Kita semua telah mengikuti prosedur sesuai kesepakatan. Setiap pengambilan sampel, dihadiri dan diikuti oleh semua pihak dan tidak ada yang komentar pada saat pengambilan sampel tersebut”, ujar Ketua Tim Independen, Adzam Bandjar.

Lanjut Bandjar, kehadiran mereka kali ini sangat lengkap sesuai keinginan Gubernur Maluku Said Assgaf, yakni dari pihak Kementerian, pihak Unpatti, pihak TNI/Polri, DPRD MBD, Media Massa, serta perwakilan dari masyarakat setempat yang pro GBU dan yang kontra GBU.

“Pengambilan sampel dihadiri dan diikuti semua pihak dan tidak ada komentar pada saat pengambilan sampel tersebut. Artinya kita sudah sepakat bahwa hasil kali ini merupakan hasil yang maksimal dilakukan dan prosedural. Diharapkan setelah ini tidak ada lagi pihak-pihak yang mengomentari perihal pengambilan sampel. Tidak boleh ada lagi yang bilang ini kurang, ini salah, dan sebagainya”, ungkap Adzam Banjar.

Dirinya menambahkan, sampel diambil dan dibagi tiga bagian. Satunya dibawa oleh Kementerian dan langsung diawasi oleh pihak Bareskrim Mabes Polri, satunya lagi dibawa oleh pemerintah daerah, dan yang lainnya akan diserahkan ke Unpatti.

Sedangkan untuk proses pengujian sampel, laboratorium yang digunakan juga berbeda. Oleh pemda, akan dibawa ke Intertek, sedangkan Unpatti akan dibawa ke laboratorium UGM atau ITB. Sampel tersebut juga disegel menggunakan plastik khusus dan ditandatangani oleh semua pihak dalam berita acara.

“Semua proses sudah sangat prosedural. Laboratorimnya yang nanti digunakan berbeda namun sampelnya sama dan kalau memang semuanya diambil dengan metode yang sama, maka diharapkan hasilnya juga tidak ada perbedaan yang mencolok sehingga dalam waktu dekat kita sudah dapat memberikan hasilnya kepada Pemda”, tutup Bandjar. (redaksi/KM03)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top