Pemprov Maluku Turunkan Tiga Kementerian Tutup Tambang Iha-Luhu – KILASMALUKU.com
FOKUS BERITA

Pemprov Maluku Turunkan Tiga Kementerian Tutup Tambang Iha-Luhu

ilustrasi

KILASMALUKU.com – Pemerintah Provinsi Maluku telah melakukan koordinasi dengan tiga Kementerian untuk meninjau dan menutup tambang sianibar di Desa Iha dan Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Tiga Kementerian yang bakal turun adalah Kementerian Polhukam, Kementerian Kordinator Kemaritiman, dan Kementerian ESDM. Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, usai memimpin rapat dengan perwakilan Kementerian di kantor Gubernur Maluku mengatakan, tim yang akan turun merupakan gabungan dari tiga kementerian.

“Timnya dari Jakarta digabung dengan pemerintah daerah, ada Kementerian ESDM hingga Kementerian Polhukam, mereka akan ke lokasi tambang dalam rangka menjaga stabilitas, agar jangan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Sahuburua kepada awak media.

Dikatakan, langkah meninjau dan menutup tambang ilegal di Desa Iha-Luhu ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden RI Joko Widodo pada 9 Maret 2017 kemarin, terkait dengan tambang rakyat di Indonesia.

“Ada instruksi Presiden tentang tambang rakyat, oleh sebab itu kita sudah sepakat, setelah tim turun baru kita lihat hasilnya dan bikin keputusan. Intinya tambang tersebut akan ditutup hingga melihat perkembangannya. Hasilnya pasti akan dibahas oleh tim di Jakarta,” ujarnya.

Bersamaan dengan Wagub, Asisten Deputi Infrastruktur Pertambangan dan Energi di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Yudi Prabanggara menegaskan, berdasarkan amanah dari rapat Kabinet terbatas 9 Maret 2017 lalu, ada isyarat terkait dengan penggunaan merkuri di Indonesia yang sudah sangat berbahaya. Sehingga sangat diperlukan tindakan-tindakan yang penting untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan yang lebih berbahaya lagi.

Lanjut dia, Maluku memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah, untuk itu harus ada pengawasan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan dengan Mercuri. Atas dasar itulah, penggunaan merkuri oleh Negara Indonesia harus dihapuskan, dan digantikan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dan dapat menghasilkan emas yang banyak.

“Jadi kita akan mengganti penggunaan merkuri ini dengan teknologi yang ramah lingkungan dan lebih efisien. Karena kita tahu penggunaan merkuri di tambang emas skala kecil itu sangat tidak efisien, yang terbuang jauh lebih banyak dari pada yang didapat. Padahal ada teknologi-teknologi lain yang kita kembangkan, yang jauh lebih efisien dan perolehan emasnya akan lebih banyak,” jelasnya.

Yudi berharap agar, langkah-langkah yang diambil nantinya benar-benar konperhensif. (redaksi/kilasmaluku)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top