Bentrok Berdarah di Batu Koneng, Satu Meregang Nyawa, Diduga Pelakunya Adalah… – KILASMALUKU.com
HEADLINE

Bentrok Berdarah di Batu Koneng, Satu Meregang Nyawa, Diduga Pelakunya Adalah…

ilustrasi

KILASMALUKU.com – Aksi penganiayaan terjadi di kawasan Dusun Batu Koneng, Kecamatan Teluk Baguala, Kota Ambon pada, Selasa (11/4) hingga menewaskan satu orang. Insiden berdarah itu terjadi tak jauh dari lokasi tanah sengketa di Batu Koneng.

Korban diketahui bernama Subhan Marasabessy (42) warga Perumnas, Kelurahan Tihu, Kecamatan Teluk Ambon. Sebelum meninggal, sekitar pukul 11.24 WIT, korban dan warga setempat terlibat adu mulut saat menghadang massa yang akan memasang spanduk bertuliskan larangan mambangun di lokasi tanah sengketa. Diduga, massa berjumlah 20 orang yang berasal dari Desa Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Bentrok fisik tak bisa dihindari, korban langsung dianaya bersama tiga kerabatnya, tepat depan Mesjid Batu Koneng. Naas, Subhan Marasabessy harus merenggang nyawa akibat luka parah dibagian kepala. Melihat ada korban yang jatuh, pelaku langsung melarikan diri.

“Sempat terjadi adu mulut sebelum korban dianiaya. Dia (korban) di pukul dengan batu di bagian kepala hingga terjatuh,”kata warga setempat yang enggan menyebutkan identitasnya di lokasi kejadian. Sementara korban langsung dibawa lari ke rumah sakit Tantui untuk mendapat perawatan medis.

Korban meninggal Subhan Marasabessy

Akibat bentrok tersebut, dua orang dinyatakan luka dan seorang meninggal dunia. Kini lokasi tersebut sudah dipasang garis polisi dan dilakukan pengamanan oleh puluhan personil Polres Pulau Ambon dan Pp Lease bersama anggota TNI.

puluhan polisi berjaga di lokasi kejadian

Kepala Bagian Ops Polres Pulau Ambon, Kompol Bachtiar Hehanussa kepada waratwan di lokasi kejadian membenarkan jika Marasabessy dianiaya hingga tewas oleh sejumlah warga yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan yang disengketakan di dusun tersebut.

“Barusan dapat laporan korban sudah meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat ini jenazah akan dibawa kesini di rumah duka,”katanya.

Diketahui, sengketa lahan di kawasan itu melibatkan keluarga Da Costa dan keluarga Aggoda Usman. Keluarga Da Costa sendiri memberikan kuasa kepada  Sayuti Marasabessy cs untuk menjaga tanah tersebut. (redaksi_KM03)

Comments

comments

Click to comment

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top