Ssstt… Katanya Mantan Bupati SBB Terima Uang ‘Panas’ Rp350 Juta – KILASMALUKU.com
DAERAH

Ssstt… Katanya Mantan Bupati SBB Terima Uang ‘Panas’ Rp350 Juta

KILASMALUKU.com- Fakta baru terungkap di kasus korupsi dana Belanja Tak terduka (BTT) di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) yang berlangsung di persindangan Tipikor Ambon, beberapa waktu lalu.

Adalah mantan Kepala Cabang Bank Maluku di Piru Kabupaten SBB, Isac Saleky, disidang sebagai saksi untuk terdakwa Ronny Dirk Rumalatu. Dalam keterangan saksi terungkap, jika permintaan pencairan anggaran di Kantor Bank Maluku Cabang Piru sebesar Rp 350 juta oleh terdakwa Rumalatu yang saat itu menjabat Kepala Dinas PPKAD Kabupaten SBB atas perintah Bupati SBB Jacobus F. Puttileihalat.

“Seingat saya, pada 6 Maret 2013, terdakwa Rumalatu datang menemui saya di Kantor Bank Maluku Cabang Piru untuk dicairkan uang sebesar Rp 100 juta atas perintah Bupati SBB Jacobus F. Puttileihalat. Ketika terdakwa Rumalatu mengkonfirmasi ke Bupati melalui telpon selulernya, ternyata bukan Rp 100 juta, melainkan permintaan sebesar Rp 350 juta. Hari itu juga langsung dicairkan, dan saya bersama-sama dengan terdakwa mengantarkan uang Rp 350 juta itu ke Bupati Jacobus F. Puttileihalat, yang diterima oleh ajudannya Wody Timisela di daerah Waipirit,” beber saksi Isack Saleky, seperti dikutip dari dari Rakyat Maluku.

Keesokan harinya (7 Maret 2013), lanjut saksi Saleky, terdakwa Rumalatu datang di Kantor Bank Maluku Cabang Piru membawa cek dari Bupati SBB Jacobus F. Puttileihalat sebesar Rp 500 juta, dengan tujuan mengganti uang Rp 350 juta itu.

“Uang di Bank Maluku Cabang Piru yang dipakai Bupati Jacobus F. Puttileihalat sebesar Rp 350 juta itu, keesokan harinya langsung diganti dengan cek berisi Rp 500 juta, yang diantar oleh terdakwa Rumalatu. Setelah dipotong Rp 350 juta dari Rp 500 juta, sisanya Rp 150 juta diserahkan ke terdakwa Rumalatu,” terangnya.

Setelah mendengar keterangan saksi Isach Saleky, Ketua Majelis Hakim R.A. Didi Ismiatun kemudian meminta tanggapan dari terdakwa Rumalatu. Menurut terdakwa Rumalatu, seluruh keterangan saksi Isach Saleky keliru.
“Tidak ada transaksi pencairan di Bank Maluku Cabang Piru pada 6 Maret 2013 sebesar Rp 350 juta. Yang benar itu transaksi dilakukan pada 7 Maret 2013 sebesar Rp 500 juta. Setelah Rp 500 juta dicairkan, kemudian uang tersebut dibawa ke Waipirit untuk diserahkan ke Bupati Puttileihalat. Dan yang menyerahkan langsung uang Rp 500 juta itu adalah saksi Saleky kepada ajudan Bupati Wody Timisela melalui jendela mobil,” bantah terdakwa.

Mendengar keterangan berbeda antara saksi Isack Saleky dan terdakwa Rumalatu, membuat Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon, R.A. Didi Ismiatun, geram. Majelis hakim menilai, keterangan saksi Isach Saleky dalam persidangan banyak kejanggalan.

Sebab, keterangan saksi Isac Saleky berbeda jauh dengan keterangan saksi-saksi lainnya dalam persidangan sebelumnya, serta berbeda dengan keterangan terdakwa Rumalatu.

“Semua saksi dalam persidangan mengaku bahwa terjadi transaksi pencairan anggaran di Bank Maluku pada 7 Maret 2013 sebesar Rp 500 juta. Sedangkan anda (saksi Saleky, red) disini mengaku transaksi pencairan anggaran di Bank Maluku dilakukan pada 6 Maret 2013 sebesar Rp 350 juta. Menurut kami (Hakim), keterangan anda dalam persidangan ini banyak kejanggalan. Dan benar tidaknya keterangan anda (saksi Saleky, red) biar hakim yang menilai,” kesal Ismiatun sambil melototi saksi.

Sebelumnya, dalam kasus penyalahgunaan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) di Kabupaten SBB masa Pemeritahan Bupati Putileihalat sebesar Rp 2,2 Miliar.  BPK Provinsi Maluku menemukan dana sekitar Rp 1 Miliar tidak dapat dipertanggungjawabkan alias fiktif. (RIO/RM/KM01)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top