Menentukan Masa Depan Kader Dengan Menjaga Eksistensi Komisariat – Kilas Maluku
EDITORIAL

Menentukan Masa Depan Kader Dengan Menjaga Eksistensi Komisariat

Oleh: Rais Mahu
Kabid PSDA HMI Cabang Ambon

AMBON – Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang perjalanan masa lampau ummat manusia, mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan oleh manusia pada masa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia. Babakan sejarah Himpunan Mahasiswa Islam kembali di buka. Pasang surut eksistensi HmI di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara juga telah di lalui dengan haru biru berhimpun, refleksi panjang kita telah sampai pada sebuah kesimpulan bahwa HMI tidak mungkin lagi berjudi tentang masa depan yang larut pada romantika kejayaan masa lalu. Lingkungan eksternal telah jauh berubah mengisayaratkan betapa urgentnya perbaikan dalam lingkungan internal HMI  itu sendiri. Kompleksitas permasalahan yang kita hadapi tak ayal menuntut kita untuk mampu terus beradaptasi dalam menangkap segenap peluang dan tantangan yang terhampar di hadapan kita saat ini.

Dinamika organisasi yang terjadi selama memberikan kita cukup pembelajaran berharga betapa pentingnya menegakan aturan main yang tegas untuk konteks internal organisasi. Tanpa bermaksud melakukan simplikasi, konflik internal pernah terjadi dalam tubuh HmI selama ini, lahir akibat ketidakmampuan mekanisme organisasi untuk menyelesaikan benturan kekuasaan yang ada, hal ini diperparah lagi dengan lemahnya penegakan aturan oleh pihak yang berwenang seiring dengan lahirnya multi interprestasi sengketa yang terjadi. Secara normatif aturan yang bersumber dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) adalah konsensus yang lahir dari persetujuan mayoritas kader, pencapaian kondisi ideal ini hanya mungkin terjadi ketika kita menjabarkannya dalam bentuk rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan organisasi.Rule oflaw ini kemudian memastikan bahwa arah gerak HmI telah berada dijalur yang tepat dalam pencapaian masyrakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT.

Konstitusi bukan hanya dipahami sekedar alat teknis yang menjadi alat kontrol melainkan cerminan akumulasi mentalitas pengetahuan dan nilai yang terpatri, seperti apa yang di sampaikan dalam firman Allah SWT QS Ash -Sofh Ayat 4” Sesengguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti bangunan yang kokoh“.

Begitu gambaran dan sejarah  umum HmI,  secara khusus  HmI Komisariat Hukum Unidar Ambon memiliki sejarah namun bukan untuk di sejarahkan karena ada darah,keringat dan air mata yang di pertaruhkan untuk HmI Komisariat Hukum yang awalnya di prakasai oleh Kanda Guntur,Kanda Yudi Pelupessy, Kanda Sahal Keiya dan kanda Fauji Marasyabesi, ada hal yang mengelitik diantara Tokoh pemekaraan ini, secara sosiolog mahasiswa Fakultas Hukum yang berada didalam pengurus dan anggota HmI Komisariat Fis Unidar, lebih dominan dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial. Selain beberapa alasan penting pra syarat pemekaran komisariat , tepatnya pada tahun 2010  Fakultas Hukum Unidar juga mekar dari Fakultas Ilmu Sosial, pada saat yang bersamaan HmI Cabang Ambon di pimpin oleh Kanda Hamid Wasahua yang memang juga sebagai Mahasiswa Hukum sehingga di dalam logika berorganisasi dalam Himpunan Mahasiswa Islam bahwasanya komisariat itu berada tepatnya dibawah Fakultas dan basis Fakultas berada di bawah Universitas yang melengkapi alasan  HmI Komisariat Hukum harus lepas dari HmI Komisariat Fis sebagai komisariat penuh dalam jajaran komisariat yang berada di bawah HmI Cabang Ambon.

Dalam periodesasi HmI komisariat Hukum pernah di pimpin oleh Kanda Guntur, Kanda Husen Baffadal, Kanda Ruswan Latuconsina, Achmad Fandi Hayoto (Alm) dan Jamaludin Samallo sebagai Penjabat Sementara mengisi kekosongan setelah saudara Achmad Fandi Hayoto meninggal dunia. Dengan melihat rentetan sejarah yang pernah terukir menjadikan HmI Komisariat Hukum berada di deretan HmI komisariat sejajaran Cabang Ambon sebagai komisariat yang sangat produktif, tingkat produktifitasnya dapat di lihat dari kurang lebih 4 tahun setelah komisariat di mekarkan mampu mengorbit Kanda Fauji Marasabessi sebagai ketua umum HmI Cabang Ambon Periode 2014-2015 yang terpilih tepat pada hari Selasa 18 maret 2014.

Mungkin saja kita sebagai kader sangat berbesar hati ketika membuka sejarah HmI komisariat Hukum Unidar namun semuanya akan berbeda setelah di tarik pada periodesasi 2013-2014 sampai dengan 2014-2015 dimana kondisi kampus berada pada suasana yang carut marut yang mampu berpengaruh tepat pada jantung organisasi (pengkaderan) suara lantang mengenai restorasi dan memprotes kebijakan kampus terbalik menjadi malapetaka menurut saya. Sehingga menjadi pertanyaan mendasar adalah apa yang harus kitalakukan untuk tetap menjaga HmI Komisariat Hukum Unidar. ? Lalu bagaimana menarik masa depan biar dekat dengan kader.? Jawaban dari pertanyaan ini hanyalah di jawab dengan langkah perenungan yang sangat mendalam untuk keluar mencari musuh bersama, dimana dari perenungan panjang itu akan melahirkan jawaban yang sangat sederhana bahwa musuh bersama kita adalah egoistik kita itu sendiri.

HmI Komisariat Hukum di rasakan jauh dan tidak lagi menyatu dengan umat bahkan kehilangan basisnya di kampus bukan karena organisasi lain yang lebih menjadi favorit mahasiswa bukan itu, realitas kampus kekinian menghantrakan siapapun dia berada pada suasana hati yang menggalau sehingga pada saat yang sama mestinya  kita menunjukan rasa cinta kita terhadap HmI Komisariat hukum unidar atau bahkan HmI Komisariat sejajaran unidar ambon untuk sesegarahkan mungkin membubarkan diri, dan tidak melanjutkan rapat anggota komisariat (RAK sebagai tradisi tahunan ) yang setiap tahun berganti hanya untuk memilih ketua umum dan pengurus yang baru sebagai gerakan exedus kekuasaan dan melupkan keberdaan komisariat sebagai basis kader(kader mana? dan kampus Sunyi ).

HmI Komisariat tidak berharap banyak untuk kita harus menghibakan diri untuk himpunan, karena himpunan terlanjur besar tanpa dipaksakan untuk besar namun kegilaan jaman mengharuskan kita sebagai kader untuk bersifat responsif, gelisah terhadap suasana hati bahkan terhadap ruang-ruang sosial sebagai wilayah pertarungan kader yang sebenarnya dengan tetap mencanangkan gerakan sadar pada wilayah dimana, apa dan bagaimana nantinya kita.

Penyadaran itu mulai terbangun dengan mengingat apa alasan kita berhimpunmisalnya apa yang pernah dipesankan oleh Tan Malaka Bahwa “Revolusi itu bukan sebuah ide yang luar biasa, dan istimewa serta bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa.” Kecakapan dan sifat luar biasa dari seseorang dalam membangun revolusi, melaksanakan atau memimpinnya menuju kemenangan, tak dapat diciptakan dengan otaknya sendiri. Sebuah revolusi disebabkan oleh pergaulan hidup, suatu akibat tertentu dari tindakan-tindakan masyarakat. Atau dalam kata-kata yang dinamis, dia adalah akibat tertentu dan tak terhindarkan yang timbul dari pertentangan kelas yang kian hari kian tajam.

Ketajaman pertentangan yang menimbulkan pertempuran itu ditentukan oleh perbagai macam faktor: ekonomi, sosial, politik, dan psikologis. Semakin besar kekayaan pada satu pihak semakin beratlah kesengsaraan dan perbudakan di lain pihak. Pendeknya semakin besar jurang antara kelas yang memerintah dengan kelas yang diperintah semakin besarlah hantu revolusi. Tujuan sebuah revolusi ialah menentukan kelas mana yang akan memegang kekuasaan negeri, politik dan ekonomi dan revolusi. Selain itu Soekarno, Hatta, Syahrir tidak mungkin menjadi Soekarno,Hatta ataupun Syahrir yang kita kenal hari ini artinya, butuh kawan diskusi untuk mengubah dunia dan menarik masadepan lebih dekat.

Sesepuh kita Ayahanda Prof.Lafran Pane adalah bagian  orang-orang hebat,  tugasnya adalah mengawali dan menitipkan himpunan ini dan tugas kita melanjutkan walaupun nantinya diantara kita mungkin ada yang menjadi pecundang dan pergi sebagai orang-orang kalah, mengutip pesan Soekarno bahwa pemimpin yang baik hadir di waktu yang tidak terduga dan Charles Darwin juga tidak lupa berpesan bahwa yang bertahan bukanlah yang kuat namun yang mampu beradaptip pesan- pesan ini yang seharusnya direnungkan, lagi-lagi direnungkan sebagai bahan evalusai selama berhimpun.

Suara minor dari manusia kecil akan menjadi besar jika suarakan kembali oleh manusia-manusia kecil yang lain semakin disambung akan melahirkan gema  dan bisa saja akan sampai pada mereka yang memilih pergi dan suatu saat mereka akan kembali dengan menemukan kebenaran yang terhambur dan mengangkatnya di persimpangan jalan itu. Persimpangan itu adalah Komisariat dan kebenaran itu adalah masa depan yang kita inginkan sebagai kader yang merasa tanggung jawab berhimpun dalam terbina,dan menciptakan masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT belum lunas dan perlu untuk di tagih dalam prosesi pembaitan sebagai kader HmI Komisariat Hukum Unidar. Benahi Kampus maka Komisariat pun akan terbenah, dari sini kita akan memulai dengan menentukan masa depan kader dengan menjaga eksistensi komisariatkarena organisasi pengkaderan itu berlanjut.YAKUSA (***)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!