Catat.. Ini Tiga Mata Rumah Pemilik Sah Wilayah Pulau Romang – Kilas Maluku
FOKUS BERITA

Catat.. Ini Tiga Mata Rumah Pemilik Sah Wilayah Pulau Romang

Diskusi bersama mahasiswa, pakar dari unpatti dan perwakilan dari GBU, beberapa waktu lalu

KILASMALUKU.com – Gonjang-ganjing soal pemilik sah hak ulayat Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) akhirnya terungkap sudah.

Ada tiga mata rumah yang memiliki hak sah atas daerah penghasil emas tersebut. Kepada wartawan, kuasa hukum hak ulayat Pulau Romang, Noija Fileo Pistos menjelaskan, tiga mata rumah, yakni Romoda Satu, Romoda Hila, dan Romoda Orleta adalah pemilik sah daerah tersebut.

“Mereka bertiga ini adalah adik kakak yang ada di sana sudah sejak awal berada di pulau Romang. Mereka bertiga ini kemudian membagi petuanan-petuanan mereka. Dan dalam pembagian itu malahan dibuat dalam surat pemberian hak,” kata Noija kepada wartawan.

Noija juga mengklaim telah mengantongi bukti gugatan berupa surat pemberian hak yang nanti diajukan pada tahap pembuktian dalam persidangan di PN Saumlaki nanti. Ada yang lucu, sambung Noija, pasalnya pihak tergugat tak mampu menunjukan alat bukti yang kongkrit terkait kepemilikan tanah petuanan yag dimaksud.

15801715_1703202876372046_1913007309_n

Noija Fileo Pistos

Bahkan di dalam surat pemberian hak yang dikantongi kliennya, Librek Johans dan Oyang Johans sebagai penggugat, hak ulayat tersebut telah diserahkan kepada Romoda Hila yang secara garis lurus mempunyai turunan kepada penggugat dalam perkara tersebut.

“Jika ada pihak lain yang mengatakan bahwa hak ulayat itu adalah hak mereka, sabar dulu. Karena kita bicarakan adalah hak tentang petuanan, dan hal itu sudah ada pembagian yang jelas dan telah tertuang dalam surat pemberian hak dan sudah diserahkan kepada Romoda Hila yang turunannya kepada penggugat yang namanya Oyang Johansz,” tambah Noija.

Sebelumnya, pihak PT GBU yang menjadi penyewa wilayah tersebut sempat meminta bukti kepemilikan hak ulayat, namun tergugat, Agus Lenders tidak bisa menunjukkannya pada pihak GBU.

“Saudara Agus Lendersz kan pernah ketemu dengan pihak GBU (pertemuan pertama) pada tanggal 24 Januari 2015 dan waktu itu GBU minta bukti dan waktu itu mereka tidak bisa menunjukan bukti kepemilikan kepada pihak GBU,” tegasnya. (redaksi/kilasmaluku)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!