DAERAH

Menteri Susi dan program emas biru jenderal Doni Munardo

fb_img_1482156633989_1

Oleh : Amrullah Usemahu, Tim Emas Biru Pattimura

Menteri Kelautan dan Perikanan-RI Susi Pudjiastuti kembali mengunjungi kota Ambon, Kamis 15 Desember 2016. Ini merupakan kunjungan yang kedua setelah kunjungan tahun 2014 lalu. Tiba di Bandara Pattimura pukul 20.30 wit dan diterima oleh Sekretaris daerah Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku dan jajaran sekaligus makan malam di Lateri resto.
Menteri Susi menggandeng Achmad Santosa (Satgas 115), Dirut Perum Perindo, Marsekal Muda (Purn) Maroef Syamsuddin staf Fika fauzia, sebelumnya bersama Dirjen Budidaya dan Dirjen PRL KKP RI. Agenda kunjungan ini, yakni meresmikan kebun Kima di Negeri Morella sekaligus membuka lomba Salahutu Adventure Aquathlon 2016 di pantai Natsepa Ambon.

Kebun Kima yang dirangkaikan dengan pameran dan foto bawah laut merupakan kerjasama PSPL Sorong denhan pemuda konservasi negeri Morella, sedang Salahutu Adventure Aquathlon 2016 adalah program Kodam XVI Pattimura dalam Rangkaian Hari Juang Kartika TNI AD 2016. Bertujuan mempromosikan potensi perikanan dan pariwisata serta kondisi kondusifitas Maluku dalam konteks kerukunan dan kedamaian antar negeri bersaudara.

Di negeri Mamala, Menteri Susi mendapat sambutan meriah pemerintah dan warga. Dalam kesempatan dialog dengan warga, Menteri Susi berjanji membantu sarjana perikanan. Hal itu untuk pengembangan potensi laut guna meningkatkan pendapatan keluarga.

Senada disampaikan Menteri Susi ketika meresmikan kebun kima di negeri Morela. Tak henti-hentinya, ia mengajak warga agar melestarikan potensi sumberdaya laut dengan tidak gunakan bom, potasium, laut adalah harapan masa depan.

Usai salat Jumat dan makan siang bersama forum koordinasi pemerintah provinsi Maluku, Menteri Susi dan rombongan menyambangi Balai Perikanan Budidaya Laut(BPBL) di Waiheru. Ia juga menyempatkan diri diskusi bersama nelaya negeri Hitumesing, Maluku Tengah. Meski singkat, tapi Menteri Susi menerima aspirasi nelayan, yakni industri perikanan (Pabrik es dan coldstorage). Ia pu meminta Dirut Perum Perindo agar tindaklanjut aspirasi tersebut.

BPBL adalah sentra produksi benih di kawasan Timur Indonesia. Budidaya menjadi salah satu pilar dalam peningkatan produksi perikanan Indonesia. Ini yang menginspirasi Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Munardo dengan program emas biru. Bentuk kontribusi nyata,upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Jenderal Doni Pertahanan yang Kuat adalah Rakyat yang sejahtera (Angri Man, Hungry Man) dan kemiskinan merupakan musuh terbesar kita bersama.

Program emas biru yang digalakan Panglima Kodam mendapat apresiasi Menteri Susi, dimana bersinergi dengan program -program Kementerian Kelautan dan Perikanan di sektor budidaya. Setelah itu, Menteri Susi hadir memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Universitas Pattimura Ambon.

Dalam diskusi itu, peserta mempertanyakan program Lumbung Ikan Nasional(LIN). Menurut Susi program itu masih menunggu paraf Presiden Joko Widodo. Ia pun mengajak gubernur bertemu presiden.

Susi dalam paparnya mengatakan tanpa LIN pun Maluku menjadi prioritas di sektor kelautan dan perikanan, karena Maluku sejak dulu kala telah terkenal akan ikannya. Disisi lain, defisit keuangan negara saat ini, berimbas terhadap pemangkasan anggaran kementerian, badan atau lembaga. Gubernur Said Assagaf dalam kesempatan itu LIN dapat meningkatkan anggaran di sektor kelautan dan Perikanan Maluku.

Bagi penulis, lebih realistis jika peningkatan anggaran disesuaikan dengan kemampuan pemanfaatan Sarana prasarana yang ada maupun peningkatan hasil produksi perikanan. Sehingga jika ada kekurangan atau kendala dapat menjadi catatan serius pemerintah pusat.

Salah satu kebijakan Menteri Susi, yaitu fokus membentuk Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di kawasan perbatasan dengan alokasi anggara sebesar 100 miliar. Untuk Maluku di Saumlaki.

Ia berharap adan daerah sentra perikanan baru di kawasan timur Indonesia, terutama aspek transportasi Saumlaki-Darwin (Australia), Morotai – Davao (Philippina) sehingga memperpendek jalur distribusi produk hasil perikanan yang selama ini tertumpu di pulau Jawa dengan biaya tinggi.(**)

Komentar
Click to comment

BERITA POPULER

To Top