HEADLINE

ASTAGA!! Ternyata Obat Ini yang Digunakan di Gunung Botak

Gunung Botak: Meski akan ditutup pada tanggal 14 November mendatang, namun aktivitas penambangan emas terus berlangsung di Gunung Botak, Kabupaten Buru. -ist-

KILASMALUKU.com – Hutan dikawasan Gunung Botak sudah tak terlihat hijau lagi, semenjak aktivitas penambangan emas di sana masih berjalan. Tercatat sudah berjalan selama 4 tahun, namun belum juga dihentikan.

Meski Prsedien Indonesia, Joko Widodo sudah mengintruksikan untuk pemerintah setempat menutup aktivtas di areal tambang, tetapi perintah tersebut diabakaikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku, maupun pemerintah Kabupaten Buru.

Kehadiran Gunung Botak di tengah-tengah masyarakat Pulau Buru, membuat para penambang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Bahkan, aktivitas disana juga banyak memberikan kemudaratan pada kehidupan masyarakat sekitar. Sering terjadi kerusuhan antara kelompok yang mengklaim areal tersebut adalah wilayah mereka, bahkan pertikaian merebut lokasi menambang.

Atas kejadian tersebut, ratusan nyawa melayang tanpa ada proses hukum dengan baik. Selain aksi kekerasan yang berujung pada kematian, ada juga mudarat lainnya, dimana hasil perkebunan masyarakat di desa sekitar Gunung Botak harus pasrah, saat tamana mereka mati lantaran tercemari bahan kimia.

Parahnya lagi, perswahan di Pulau Buru yang sangat terkenal itu terpaksa gulung tikar, lantaran air mengalir ke sawah sudah tercemari bahan kimia.

Para penambang disana menggunakan bahan kimia seperti, Sianida dan Mercuri untuk memisahkan emas dari tanah. Lantaran menggunakan dua obat ini, tumbuhan di kawasan tersebut tak bisa berkembang. Bahkan tanaman-tanaman tersebut mati kekeringan. (redaksi/kilasmaluku)

Komentar
Click to comment

BERITA POPULER

To Top