KRIMINAL

Karyawan PT GBU Dianiaya, Isri Diancam dan Rumah akan Dibakar

penganiayaan
ilustrasi

KILASMALUKU.com – Simon Melkias Pookey, karyawan di PT. Gemala Borneo Utama (GBU) dianiaya oleh empat warga Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada, 30 November kemarin.

Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh keempat warga, Riki Lenders, Alex Lenders, Yolius Lerik, dan Yan Salmanu ini akibat menolak menandatangani penolakan keberadaan PT GBU. Bukan hanya diniaya, keempat pelaku ini juga sempat mengancam akan membakar rumah dan melakukan aksi kekerasan terhadap istrinya, jika menolak menandatangani surat tersebut.

“Sebelum saya menandatangani dua surat yang pada kop-nya bertuliskan menolak PT GBU untuk beroperasi di pulau Romang, dan menolak Librek Johans sebagai Kepala Desa Hila, saya ditonjok di muka dan ditendang di rusuk kanan,” kata Melkias Pookey kepada wartawan di Ambon, Minggu (4/12).

Tak menerima tindakan tersebut, Pookey langsung melaporkan aksi penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. Kini keempat pelaku telah melarikan diri, usai menerima surat panggilan dari polisi. “Informasi yang saya dapat, ketiga pelaku kemudian disembunyikan oleh Poli Taluta, yang merupakan Mantan anggota TNI AU,” akuinya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian tanggal 3 Desember kemarin, keempat pelaku sudah diberikan surat panggilan pertama namun keempat pelaku belum memenuhi panggilan tersebut. Polisi kemudian merencanakan akan melakukan panggilan kedua kepada pelaku. (redaksi/kilasmaluku)

Komentar
Click to comment

BERITA POPULER

To Top