AMBOINA

Larang Masyarakat Demo, Assagaf Dituding Tak Paham Demokrasi

assagaff

KILASMALUKU.com – Pernyataan gubernur Maluku Said Assagaf terkait larangan untuk melakukan aksi pembelaan Al-quran dinyatakan sangat salah besar.

Ketua Maluku Study Klub, Rimbo Bugis menyesal langkah Assagaf yang sepertinya sedang memainkan gaya rezim Orde Baru, dimana mahasiswa dan masyarakat dilarang menyampaikan pendapat dan kritik atas kesalahan yang dilakukan publik figur.

Menurut Rimbo, langkah umat Islam melakukan aksi di Maluku itu tak terlepas dari pengawalan NKRI, agar negara tidak terpecah belah atas ulah seseorang, serta mengawal proses hukum secara adil, bukan untuk menghancurkan NKRI.

“Dia Asagaf tidak faham demokrasi. Demonstrasi adalah bagian dari negara demokrasi, jangan melakulan hal yang membuat masyarakat menilai pemimpinya itu tak mengerti arti dari demokrasi. Larangan Assagaf kemarin untuk tidak melakukan demo bela Quran sangat disayangkan,” kata Rimbo pada KILASMALUKU.com

Ditambahkan, langkah melakukan aksi damai di Maluku, itu sebagai satu langkah menjaga kerukunan antar umat beragama di Maluku, agar tak terjadi pelecehan-pelecahan lain terhadap satu agama. “Kita semua cinta NKRI, terkhusus kedamaian di Maluku. Bukankah Islam menganjurkan saling menyangai. Untuk itu janganlah membodohi masyarakat dengan alasan memecah belah NKRI,” ujarnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana ini menyarankan agar Assagaf lebih terbuka dan mau menerima kritik atau aspirasi dari semua kalangan masyarakat, bukan hanya soal masalah penistaan al-quran, lebih pada masalah pembangunan daerah yang kita cintai ini.

“Assagaf ini seperti orang yang sangat takut dengan namnya demonstrasi. Dia selalu menggunakan gaya Orde Baru untuk mencegat demo di Maluku. Ini cara orang yang penakut,” tuduhnya. (redaksi/kilasmaluku)

Komentar
Click to comment

BERITA POPULER

To Top