Ketua DPC PPP Versi Djan Faridz, Beberkan Rasio Politik Pilih RAMA Di Pilkada Buru – KILASMALUKU.com
POLITIK

Ketua DPC PPP Versi Djan Faridz, Beberkan Rasio Politik Pilih RAMA Di Pilkada Buru

Perang ‘issu’ di Pilkada semakin menyeruak. Issu menjadi salah satu media paling efektif dalam mempengaruhi psikologi pemilih, apalagi hal itu berkaitan dengan eksistensi maupun jejak rekam pasangan calon. Dalam memahami konstalasi pilkada diaras local, Ketua DPC PPP Kabupaten Buru, versi Djan Faridz, Syamsul A Karim meminta kepada masyarakat di Kota Namlea, Kabupaten Buru untuk tidak terpancing dengan ‘janji’ manis pasangan calon kepala daerah yang ‘baru’ kembali menginjakkan kaki di Bumi Bupolo. “ Masyarakat jangan lagi percaya dengan janji-janji politik orang yang baru datang di bumi Bupolo. Pasangan RAMA telah berbuat bukti nyata bukan janji. RU dalam kepemimpinannya sangat menyentuh semua sector di negri ini dan itu dirasakan langsung oleh masyarkat Buru umumnya,” singgung Syamsul saat menjadi salah satu jurkam pada kampanye dialogis pasangan calon RAMA di Kota Namle, beberapa hari kemarin. Syamsul menegaskan, pemilih di Kota Namlea merupakan kelompok rasional, sehingga pendekatan-pendekatan factual sebagai indicator politik dalam menentukan pemimpin di Kabupaten Buru lima tahun mendatang harus dikedepankan. “Pemilih kota adalah pemilih rasional sudah saatnya semua elemen dalam menentukan sikap politik harus menggunakan pendekatan factual terkait dengan melihat secara komprehensif kemajuan pembangunan daerah saat ini,” kata Syamsul dihadap massa pendukung pasangan RAMA. Masyarakat rasional, lanjut Syamsul, harus konsisten dan konsekuen atas sikap politik dalam mengusung kepala daerah yang dengan kerja nyata mampu mengartikulasi pelbagai  kepentingan pembangunan daerah yang telah dirasakan masyarakat sebagai bentuk pertanggung jawaban pemerintahan yang demokratis kedepan. “Dalam kalkulasi politik yang lebih rasional, pemimpin yang harus menjadi kepala pemerintahan sekaligus jenderal politik di Kabupaten Buru harus bisa memahami dan mengartikulasi kepentingan masyarakat. Dengan tetap konsisten sebagai figure yang akomodatif dan prodemokrasi. Dan lima tahun kepemimpinan bang Ramly telah membuktikan itu,” kata Syamsul. Syamsul menjelaskan,  dari sisi demokrasi, keputusan politik Ramly memiliki dampak yang baik terhadap iklim demokrasi yang inklusif dan sehat. Dimana pembelajaran politik dimana memilih Amus Besan  dengan mempertimbangkan regenerasi politik. “Keputusan bang Ramly bagi kami merupakan sebuah transformasi politik yang sangat mendidik masyarakat dalam iklmik demokrasi. Keputusan untuk memilih Amus sebagai calon wakil kepala daerah dan bersanding dengannya (Ramly), merupakan sebuah sikap yang sangat demokratis, dengan tidak memelihara dinasti politik dalam siklus pergantian kepala pemerintahan lima tahunan,” sebutnya. Syamsul tak sungkan memberikan sebuah gelar kepada Ramly atas keputusannya yang sempat menuai ‘pro dan kontra’ politik, sebagai bapak Demokrasi di Pulau Buru,” Saya sangat memberikan atensi dan apresiasi tinggi atas keleluasaan sikap politik bang Ramlu dan wajar jika saya menyebutnya (Ramly) sebagai bapak demokrasi di bumi Bupolo,” kuncinya. (GM/KLM)  

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top