Sebut Warga Banda Sudah Ikhlaskan Lahannya untuk Bandara Baru, Camat Banda Dikecam – Kilas Maluku
DAERAH

Sebut Warga Banda Sudah Ikhlaskan Lahannya untuk Bandara Baru, Camat Banda Dikecam

KILASMALUKU.com- Peryantaan Camat Banda Naira, Kadir Sarilan soal persetujuan lahan pembangunan bandara di Desa Tanah Rata, Kecamatan Banda Naira, Maluku Tengah, menyulut kemarahan warga. Camat dianggap melakukan peryataan sepihak, yang menyebut warga Desa Tanah Rata menyetujui lahannya untuk pembangunan Bandara Baru.

“Warga sendiri tidak mengetahui ada rencana itu, tiba-tiba saja muncul gambar lokasi bandara yang masuk hingga ke wilayah Desa Tanah Rata. Kapan camat bertemu atau memberitahu warga? Saya pikir ini pernyataan sepihak,” ujar salah satu pemuda Desa Tanah Rata, Fitra La Djaharia kepada KILASMALUKU.com, Minggu (23/10).

Gambar lokasi Pembangunan Bandara baru di Banda Naira

Gambar lokasi Pembangunan Bandara baru di Banda Naira

Menurutnya, akibat pernyataan tersebut masyarakat di Desa Tanah Rata menjadi sangat khawatir, apalagi sampai saat ini tidak ada pernyataan apa-apa dari camat atau Penjabat Kepala Desa. Camat harusnya paham, pernyataannya bisa memicu kepanikan di masyarakat.

“Ini menyangkut kehidupan warga, disana ada kebun, ada rumah dan sumber pendapatan lain seperti laut. Jika benar-benar pembangunan ini berjalan, kemana warga akan ditempatkan? Karena itu, warga sangat tidak setuju jika tanpa konfirmasi, camat mengatakan sudah ada persetujuan dari warga,” ungkap Fitra.

Senada dengan itu, Ogy A, pelajar asal Desa Tanah Rata menganggap komentar Camat Banda di media massa bisa memicu kegaduhan di masyarakat. Camat berbicara atas nama warga (mayoritas) sementara sebagian besar tidak mengetahui perihal rencana pembangunan itu.

Dikatakan, efek dari pernyataan camat tersebut, bisa menimbulkan saling curiga terhadap oknum-oknum di pemerintahan. Siapa yang menyetujui dan apa alasannya? Sampai sekarang masih simpang siur. Jika dibiarkan terus seperti ini dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Wajar jika masyarakat bereaksi keras, karena itu menyangkut kehidupan mereka. Yang dikhawatirkan, efeknya bisa sangat berbahaya, kita lihat bagaimana protes masalah lahan di daerah lain yang berujung rusuh. Bukan tidak mungkin itu juga terjadi disini. Jadi camat harus segara klarifikasi soal pernyataannya, karena tidak satupun warga yang menyetujui itu,” pungkas Ogy.

Dilihat dari gambarnya, ada tiga titik yang akan dipilih untuk pembangunan lokasi Bandara baru di Banda Naira, pertama melewati wilayah pesisir dari Desa Kampung Baru sampai ke Tanah Rata, kedua melintas diatas pegunungan (Papam Berek) yang masuk wilayah Desa Rajawali, dan ketiga, melintag dari ujung Lautaka menjurus ke arah laut.

Sementara itu, Camat Banda, Kadir Sarlan yang dikonfirmasi KILASMALUKU.com, Minggu malam, mengaku masih sibuk, dan belum bisa diganggu. Jawaban itu juga dikirim melalui SMS.

“Saya lagi diacara nanti saja,” balasnya melalui SMS.

Sebelumnya, Camat Banda, Kadir Sarlan mengatakan masyarakat setempat (Tanah Rata dan Desa Kampung Baru) sudah merelakan lahannya untuk pembangunan bandara baru.

Bandara yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk diperpanjang lagi karena dua ujung landasan berada di tepi jurang. ”Masyarakat sudah mendukung. Sekarang menunggu kapan dikerjakan,” ujarnya seperti dikutip dari kompas travel edisi 26 September 2016. (redaksi_01/kilasmaluku)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!