Jangan Salah! SK untuk Ramly Umasugi Bukan SK Rekomendasi Golkar. Pastinya Belum Diputuskan – Kilas Maluku
POLITIK

Jangan Salah! SK untuk Ramly Umasugi Bukan SK Rekomendasi Golkar. Pastinya Belum Diputuskan

foto: facebook

KILASMALUKU.com- Atmosfir Pemilukada serentak tahun 2017 di Kabupaten Buru semakin panas. Nasib calon patahana Ramly Ibrahim Umasugi yang disebut-sebut telah mengantongi rekomendasi Partai Golkar, ternyata masih isu.

Sumber dari internal DPP Partai Golkar mengatakan, penyerahan Rekomendasi terhadap calon Bupati Buru belum dilakukan. Pasalnya masih menunggu kehadiran Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid yang sementara melakukan konsolidasi partai di sejumlah daerah.

“Kemungkinan besar, Senin Minggu depan, beliau kembali baru bisa rekomendasi diberikan kepada calon yang sudah diputuskan,” ungkap sumber DPP Partai Golkar dihubungi via telepon seluler pagi (13/8) tadi.

Menurut sumber tersebut, isu jika calon patahana telah menerima rekomendasi , hal dimaksud sama sekali tidak betul.

“Itu baru menerima surat keputusan. Diberikan di ruang Bidang PP Wilayah II KTI DPP Partai Golkar, kemarin sore. Siapa saja calon bupati bisa mendapat surat keputusan. Tapi SK Rekomendasi masih dipending dan masih di tangan Ketum Setyo Novanto,” jelas sumber.

Dengan demikian, siapa saja calon yang masuk survei Partai Golkar untuk Pilkada Buru 2017 belum resmi mengantongi rekomendasi tersebut.

Bupati Umasugi sendiri dikabarkan masih berada di Jakarta, untuk menghadiri penyerahan rekomendasi sejumlah kepala daerah.

Terpisah dari Namlea, masyarakat terus bertanya-tanya, soal rekomendasi Partai Golkar. Entah bakal diberikan kepada siapa, yang pasti opini masyarakat mulai mengerucut ke calon lain, yakni Muhmmad Satrio.

Satrio adalah Putera Anafina Aisyah, sosok perempuan yang dikenal “Ratu Duit”. Muhammad Satrio disebut-sebut sebagai rival berat calon patahana Ramly Ibrahim Umasugi. Basis massa setia Anafina Buru itu diyakini masih kuat.

Nah, suara pendukung Anafina yang cukup “tebal” di Kabupaten Buru ini lah yang dikuatirkan oleh calon patahana. Sementara Anafina sendiri merupakan kader Golkar.

Dia punya kedekatan dan komunikasi yang sangat baik dengan para elit partai berlogo beringin itu.

“Masyarakat sudah pintar bupati incumbent punya banyak kasus. Terutama dugaan kasus reklamasi pantai Merah Putih di Namlea. Kasusnya sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung dan KPK,” ujar salah satu warga Namlea, Wahid. (Redaksi_06/kilasmaluku)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!