Berdamai Dengan Ikan di Perairan Koon Maluku – KILASMALUKU.com
RILEKS

Berdamai Dengan Ikan di Perairan Koon Maluku

KECIL tapi berbobot. Dipandang sebelah mata, justru bernilai. Itulah Pulau Koon, pulau kecil yang menyembul di perairan Kepulauan Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku. Ibarat sebuah magnet, ikan dari berbagai penjuru datang berkerumun, bertelur dan berkembang biak di perairan berterumbu karang indah. Sungguh menakjubkan.

Koon hanyalah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Pulau ini menjadi bagian dari gugusan Kepulauan Gorom. Seperti mercusuar yang tertancap di kebiruan laut, pulau dengan luasan sekira seperempat lapangan sepakbola ini, menjadi pintu masuk menuju tiga pulau dengan populasi penduduk terpadat di SBT, yaitu Gorom, Manowoku dan Pulau Panjang.

Namun Koon tidak sendiri, karena di sekitar pulau ini, terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang unik, tapi hanya satu yang berpenghuni. Pulau-pulau eksotis yang disuksesi terumbu karang indah ini, tampak seperti mata rantai yang terurai dari kaki Pulau Seram, mulai dari Kefin, Geser, Kilwaru, Seram Laut, sampai ke Nukus, Gofar, Kirai, Nusa, Neiden dan Garogos.

Koon sendiri, belakangan baru tersohor. Padahal, teka teki mengenai keberadaan gerombolan ikan yang tak pernah habis di perairan ini sudah lama mengemuka. Leluhur Gorom menyebut perairan di sekitar pulau Koon sebagai tagalaya atau dapur ikan, karena ikan tak pernah habis dieksploitasi meski dilakukan dengan cara apa pun.

“Koon ini dari dulu memang sudah tersohor sebagai lumbung ikan yang tak pernah habis dimanfaatkan. Stok ikan di situ tidak pernah berkurang meski ditangkap setiap hari,” ungkap tokoh masyarakat Gorom yang juga Kepala Dinas Koperasi dan Perindag Kabupaten Seram Bagian Timur Hassalucku Uyyara.

Ternyata, setelah diteliti oleh WWF, terungkap terumbu karang di sekitar pulau Koon merupakan habitat atau tempat berkembang biak ikan terbaik dan terbesar di kawasan timur Indonesia melebihi Raja Ampat dan Banda. Hal ini diungkapkan Program Manager WWF Wilayah SBT Bas Wuruwanty kepada pers di Bula, ibukota kabupaten.

“Koon menjadi perhatian WWF karena hasil beberapa survey menunjukkan perairan ini menjadi tempat perkembangbiakan ikan-ikan karang. Ini harus dilindungi karena jika habitatnya dirusak maka kelak ikan-ikan karang akan menurun populasinya,” ungkap Wuruwanty.

terumbu karang

Terumbu karang yang sering dijumpai di perairan Pulau Koom dan pulau-pulau sekitarnya

Menariknya, ihwal ditemukannya sumber daya berharga di perairan ini ternyata tanpa sengaja. Bermula dari ekspedisi mencari tempat-tempat yang diperkirakan menyimpan sumber daya keanekaraman hayati yang tinggi, WWF diberi informasi mengenai fenomena sumber daya ikan yang melimpah di perairan Koon dan disikapi dengan observasi awal.

“WWF kan selalu melihat tempat-tempat yang punya kemungkinan menyimpan sumber daya keanekaragaman hayati yang tinggi. Kenapa koon menjadi pilihan karena menurut observasi awal, masyarakat mengatakan banyak ikan di situ. Nah, WWF ingin melihat kenapa banyak ikan disitu, ternyata di situ tempat berkembang biak ikan-ikan karang,” tambah Wuruwanty.

Faktanya, berdasarkan hasil penelitian WWF teridentifikasi, perairan Koon merupakan lokasi agregasi pemijahan ikan kerapu sunu, kakap merah, kerapu macan, dan bobara mata besar. Selain itu, perairan Koon juga memiliki kepadatan biomassa jenis ikan tertinggi di kawasan Indonesia Timur sehingga harus dilindungi.

profil pantai

Profil pantai di pulau-pulau kecil

“Jika dilihat dari hasil penelitian di lokasi pemijahan ikan lain di Indonesia timur, Koon menjadi lebih tinggi dari yang lain,” jelas Wuruwanty sembari menambahkan, WWF telah melakukan kesepakatan maritim dengan penduduk lokal untuk melindungi sumber daya lestari dari ancaman pengrusakan.

Kesepakatan maritim dengan pola pemanfaatan berbasis konservasi mendapat dukungan, karena ancaman pengrusakan dengan cara illegal masih sering terjadi. Meski sudah dilarang, ada saja yang nekat menangkap ikan dengan cara pengeboman atau pembiuasan. Sumber daya lain seperti karang dan kerang ikut dijarah.

SBT pulau koom1

Profil pantai pulau-pulau kecil

Kawasan perairan Kepulauan Gorom dan Wakate merupakan kawasan pulau-pulau kecil yang kaya akan sumber daya laut. Puluhan pulau-pulau kecil dengan corak dan karakteristik unik berserakan di sana-sini, seolah menjadi penyanggah dan sumber nutrisi bagi kesuburan laut.

Pantas jika pemerintah daerah SBT menetapkan kawasan ini sebagai kawasan pengembangan perikanan terpadu. Hanya saja, akibat dari minimnya infrastruktur pendukung, konsep pengembangan perikanan terpadu berjalan tersendat, bahkan sepertinya hilang arah.

Buktinya, alih-alih membangun infrastruktur pendukung, pemerintah SBT justru terlihat lebih menaruh perhatian pada pengembangan perairan Koon sebagai daerah konservasi berbasis masyarakat yang mendukung wisata diving di pulau Garogos, Neiden dan Nukus.

pesona pulau-pulau kecil di perairan Gorom

Penampakan beberapa pulau kecil di sekitar Pulau Koom

“Koon telah dicanangkan dengan SK Bupati sebagai daerah konservasi ikan. Artinya, Koon menjadi daerah penelitian, fishing ground, nursery ground dan fiding ground. Koon adalah pasar, jadi akan kita dorong untuk dikelola secara maksimal,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan SBT Ramly Sibualamo.

Melalui pendekatan zona inti, zona pemanfaatan dan zona rehabilitasi, Sibualamo yakin sumber daya lestari di perairan sekitar Pulau Koon dapat dipertahankan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. “Zona inti adalah zona konservasi yang tak boleh diusik,” jelasnya.

amarsekaro

Perairan Amarsekaro

Menurut Sibualamo, Dinas Kelautan dan Perikanan SBT telah membuat peta zonasi gugus pulau-pulau kecil untuk mengatasi keterbatasan sumber daya perairan. Pemetaan zonasi sangat penting karena akan mendorong lahirnya daerah-daerah konservasi baru di sekitar Pulau Koon.

“Koon itu boleh dibilang segitiga emas terumbu karang bersama Raja Ampat dan Banda, sangat unik. Banyak teman peneliti dari luar tidak mau lekas pulang, karena di sana coralnya bagus. Dia adalah lokasi fishing ground, nursery ground dan fiding ground atau tempat ruaya ikan,” ungkap Sibualamo.

Mirisnya, meski sudah dilakukan sosialisasi dan kesepakatan adat di Negeri Kataloka, ancaman ekspolitasi dengan cara illegal masih saja ditemukan, meski akhirnya ketangkap. Untuk menekan ini, WWF dan pemerintah daerah membekali masyarakat pesisir dengan sarana pengawasan.

“ WWF sudah memberikan bantuan sarana transportasi pengawasan kepada masyarakat Garogos, sedangkan dari kita ada 6 unit. Kita akan membangun cottage di Pulau Garogos untuk mendukung wisata diving di perairan sekitar Pulau Koon,” pungkas Sibualamo.

Berdamai dengan ikan, merupakan cara masyarakat pesisir Kepulauan Gorom melindungi habitat lestari dengan sistem pemanfaatan yang ramah lingkungan. Namun Koon bukanlah satu-satunya sumber daya berharga, karena di sekitarnya terdapat pulau-pulau eksotis yang kaya lagi mempesona.

WISATA PULAU-PULAU KECIL

pulau naiden

Gugusan Pulau Naiden

Neiden adalah kumpulan pulau-pulau karang kecil yang memamerkan keindahan surga wisata bahari dengan keanekaragaman jenis ikan karangnya. Bentuknya yang unik dengan pasir putih panjang, membuat pengunjung tak bosan melakukan penyelaman atau memancing ikan karang di sana.
Di sekitar Neiden, ada Pulau Nukus yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi juga. Meski tak seindah Neiden atau Garogos, Pemerintah SBT berkomitmen akan segera menetapkan pulau Nukus bersama seluruh komunitas terumbu karangnya sebagai kawasan konservasi.
Pulau Gorom sendiri memiliki sejumlah spot penyelaman yang indah, di samping profil beberapa pantainya yang umum dijadikan tempat rekreasi. Sedangkan di Pulau Manowoku atau Amarsekaro, terdapat Danau Sole yang disebut-sebut pernah dikunjungi vocalis the Rolling Stone, Mick Jagger.

WISATA BUDAYA

danau sole

Danau Sole

Gorom selain unik, juga historis karena sejarah peradaban orang-orang pulau, tak terlepas dari pengaruh Kesultanan Ternate dan Tidore yang melahirkan empat kerajaan Islam kecil di tiga pulau, yakni Kataloka, Ondor, Amarsekaro dan Amarwawatu. Jejak empat kerajaan itu masih bisa dilihat.

Banyak legenda yang menjadi buah bibir masyarakat, seperti legenda pembentukan Kepulauan Gorom yang misterius, atau legenda tentang proses terbentuknya ikatan pela gandong (sumpah janji orang bersaudara) antara masyarakat lokal dengan masyarakat Kei di Maluku Tenggara.

Pada era 60- an, sejarah mencatat masyarakat Kepulauan Gorom ikut terlibat dalam perang membebaskan Papua atau perang Trikora yang dipimpin Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Peristiwa tersebut terdokumentasi dalam monumen Trikora di halaman Rumah Raja Kataloka.

Di sini terdapat dua pelabuhan laut yang bisa disinggahi kapal-kapal perintis atau kapal pelni berukuran sedang. Ada penginapan sederhana yang layak huni, ada juga pasar tradisional. Pengusaha non pribumi telah hidup berbaur dan menyatu dengan peradaban masyarakat lokal.

Sebelum Kabupaten SBT terbentuk, Kepulauan Gorom dan Wakate masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Seram Timur. Setelah dimekarkan menjadi kecamatan, pada tahun 2003, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 40 Tahun 2003 tentang pemekaran Kabupaten Kepulauan Aru, SBT dan Seram Bagian Barat (SBB).

Saat ini, Kepulauan Gorom telah dipecah menjadi tiga kecamatan, yakni Gorom, Gorom Timur dan Pulau Panjang. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah SBT telah mengusulkan Gorom – Wakate dan Bula – Werinama sebagai calon daerah otonom baru persiapan sejak tahun 2013.

Dan sebagai daerah berpenduduk Muslim, tanah Goran Riun, sebutan khas Gorom, menumbuhkan puluhan masjid berarsitektur indah. Akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya hidup lokal, membentuk karakter masyarakat setempat sebagai masyarakat beradab yang religius, ramah dan santun. Non pribumi hidup berbaur dan menyatu dengan peradaban lokal.

Tarian dabus adalah tarian atraktif warisan Islam yang menjadi bagian penting dalam sejarah peradaban masyarakat Goran Riun. Tarian kolosal ini diperagakan secara kesatria namun menciutkan nyali. Ada kuliner lokal atau Kori yang enak disantap dan sering dijadikan oleh-oleh.

Jadi, tak cukup rasanya jika datang ke Pulau Gorom hanya untuk menikmati wisata diving tanpa menyempatkan diri menyaksikan atraksi tarian dabus yang heroik dan menyantap kuliner lokal. Sayangnya, atraksi dabus hanya dipentaskan dalam upacara adat atau penyambutan tamu.

BAGAIMANA KE KOON

dabus

Tarian Adat, Dabus

Nah, bagi yang ingin menikmati sensasi diving di perairan Koon atau wisata budaya di Kepulauan Gorom, ada banyak cara untuk bisa ke sana. Anda bisa menggunakan jasa kapal laut dari Kota Ambon, atau menggunakan jasa pesawat terbang dan angkutan darat sebelum beralih ke angkutan laut.

Bagi anda yang memilih angkutan laut dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, anda bisa memilih angkutan fery atau kapal perintis dengan tarif ekonomi senilai dua ratusan ribu, lama perjalanan satu hari. Ada juga kapal Pelni Pangrango, namun rute kapal ini sangat panjang sehingga jadwal keberangkatannya dua minggu satu kali.

Sedangkan bagi yang memilih jasa penerbangan udara, anda hanya punya dua pilihan, yaitu memilih jadwal penerbangan Trigana Air pada hari Selasa atau Kamis. Lama perjalanan dari Bandara Internasional Pattimura Ambon menuju Bandara Kufar di Kecamatan Tutuktolu SBT hanya 45 menit dengan tiket terbang sekitar lima ratusan ribu.

Namun, untuk saat ini, jasa penerbangan Trigana Air belum beroperasi secara maksimal karena belum mendapatkan izin resmi dari Kementerian Perhubungan. Kalau pun sudah mendapatkan izin penerbangan, sebaiknya jangan dulu menggunakan jasa penerbangan sampai akhir tahun 2016, karena jaringan selular dan angkutan bandara belum tersedia.

Jalur darat adalah jalur yang umum dipilih kendati dicap melelahkan. Namun bagi anda yang menggandrungi wisata alam, rasa lelah tidak akan terasa karena perjalanan ke Kota Bula, ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur melewati kawasan Taman Nasional Manusela yang menjadi habitat burung endemik Kakatua Seram dan Nuri Ambon.

Di bawah tebing batu Taman Nasional Manusela, terdapat Ora Beach atau Pantai Ora Saleman yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Anda dapat mengunjungi pantai ini, jika mobil yang ditumpangi dicarter dengan ongkos carter senilai 2 jutaan karena jalan menuju Ora membelok di kaki Taman Nasional Manusela.

pantai ora

Pantai Ora

Jika anda memilih jalur ini, pergilah ke Pangkalan Mobil Bula di Pasar Batumerah Kota Ambon atau di depan Maluku City Mall (MCM), tepat di ujung jalan Jembatan Merah Putih. Ada dua pilihan yang bisa diambil, yaitu ikut bersama penumpang Bula dengan tarif 350 ribu per kepala atau mencarter mobil. Lama perjalanan ke Bula rata-rata 10 jam.

Tiba di Kota Bula, jika bertepatan dengan jadwal kedatangan kapal, anda bisa langsung bertolak menuju Gorom dengan waktu tempuh 8 jam. Namun jika harus menunda keberangkatan, banyak penginapan murah dengan tarif 150 ribu rupiah di Bula yang bisa dipakai untuk beristirahat.

Sambil menunggu kedatangan kapal, anda tentu berkesempatan menikmati sensasi matahari terbenam di wisata mangrove Pantai Indah Gumumae. Anda bahkan dapat menikmati pemandangan pompa angguk di sumur minyak tua peninggalan Belanda dari pesisir pantai Kota Bula.

pompa angguk

Pompa Angguk

Ada tiga kapal perintis yang rutin melayari perairan Seram Bagian Timur, Raja Ampat dan Sorong, yakni KM Fajar Baru, KM Fajar Indah dan KM Bombana. KM Fajar Baru merapat di Pelabuhan Sesar Bula setiap hari Selasa, sedangkan KM Fajar Indah hari Jumat dab KM Bombana hari Minggu.

Rute pelayaran KM Fajar Baru dan KM Fajar Indah sama, yakni Sorong – Raja Ampat – Bula – Geser – Gorom dan Wakate, sedangkan KM Bombana hanya Bula – Geser – Gorom dan Wakate. Lama perjalanan ke Gorom 8 jam dengan tariff ekonomi 150 ribu rupiah.

Melongok potensi wisata di SBT, masih banyak spot-spot wisata yang belum tereksplore, seperti surga yang masih tersembunyi. Alam nan elok, sumber daya perairan yang menjanjikan, serta keramahtamahan penduduk, menjadi oleh-oleh berharga jika berkunjung ke Negeri Ita Wotu Nusa. (Abdullah Leurima/klm)

Comments

comments

NEWS UPDATE

BUAT HARI ANDA BERKUALITAS
QUICK CONTACT:
OFFICE :

Graha L9 Lantai 3, Jalan. Raya Kebayoran Lama Pal 7. No 17, Jakarta Selatan.

© 2016 KILASMALUKU.COM by FAJAR.co.id

To Top